Surabaya (beritajatim.com) – Perubahan demi perubahan demi kenyamanan suporter diberikan oleh Persebaya Surabaya, salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas tribun keluarga di gate 1 untuk meningkatkan kenyamanan bersama dengan keluarga saat menonton pertandingan kandang Persebaya.
Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman, menjelaskan bahwa dua laga kandang terakhir Persebaya telah menggunakan tribun keluarga. Sebelumnya, gate 1 seharusnya menjadi fasilitas untuk tim tamu, namun karena adanya kebijakan baru, tribun ini diubah menjadi tribun keluarga.
“Kebijakan ini diambil karena ada regulasi tanpa kehadiran tim tamu di musim ini. Dengan demikian, kami alihkan menjadi tribun keluarga supaya penonton yang datang bersama keluarga atau balita merasa nyaman,” ungkap Ram Surahman, Sekretaris Persebaya Surabaya.
Keputusan untuk membuat tribun keluarga ini dipengaruhi oleh kejadian tragis di stadion Kanjuruhan, di mana stadion dianggap sebagai tempat yang menakutkan bahkan berbahaya bagi penonton. “Maka dari itu, seiring dengan regulasi tanpa kehadiran tim tamu, kami berinovasi dengan menyediakan tribun keluarga,” tambahnya.
Tribun keluarga ini memiliki kapasitas sekitar 4.500 kursi dan terletak di tribun atas fan pada gate 1. Namun, tribun keluarga bukan hanya menjadi satu-satunya inovasi dari Persebaya, tetapi juga menjadi pemicu bagi tribun lain yang ramah keluarga.
“Ini adalah langkah yang sangat positif. Semakin kesini semakin bagus. Kini, Bonek tidak lagi menyanyikan lagu-lagu rasis dan hal-hal yang tidak pantas didengar oleh anak-anak kecil sudah mulai hilang di tribun, termasuk di tribun keluarga yang bebas dari rokok,” lanjut Ram.
Dalam upaya untuk meningkatkan standar internasional stadion GBT, Panpel Persebaya juga telah mendapat apresiasi dari Liga Indonesia (LIB). Bahkan sejak pertandingan kandang pertama, sudah ada program player escort, di mana anak-anak diundang untuk mendampingi para pemain masuk ke lapangan.
“Upaya ini dilakukan untuk menjadikan stadion GBT sesuai standar internasional dan meningkatkan tata kelola serta perilaku di dalam stadion,” tambahnya.
Meskipun stadion saat ini terlihat sepi, Panpel Persebaya tetap berusaha memaksimalkan tribun keluarga sebagai salah satu langkah untuk menarik lebih banyak penonton. Selain itu, akses tol yang sudah dipakai juga membantu membuat perjalanan pulang pergi para penonton menjadi lebih lancar tanpa macet.
“Bagi penonton yang datang bersama keluarga, kami menyediakan kantong parkir khusus yang lebih dekat dengan akses ke tribun. Sehingga, tidak perlu berjalan jauh,” tutup Ram Surahman. Dengan berbagai perubahan yang dilakukan demi kenyamanan suporter, Persebaya Surabaya berharap semakin banyak keluarga yang dapat menikmati momen menyaksikan pertandingan dengan aman dan nyaman di stadion mereka. (way/kun)
BACA JUGA:






