Sampang (beritajatim.com) – Warga Sampang Madura diminta untuk waspada memasuki pertegahan musim kemarau. Karena beberapa penyakit menular mulai bermunculan, termasuk Difteri.
Kepala Unit Pelaksana teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Kamoning, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Siti Hurin Ain mengatakan, difteri masuk kategori penyakit menular. Penyakit ini disebabkan oleh corynebacterim dephtheriae atau bakteri yang dikenal sebagai basillus klebs-lotter.
Menurut Hurin, difteri bisa dicegah dengan imunisasi dan menggunakan vaksin difteri, Pertusi dan Tetanus (DPT) agar penyakit bisa langsung ditangani. “Difteri ini menyerang segala umur, baik balita, remaja hingga orang dewasa,” terangnya, Sabtu (22/7/2023).
BACA JUGA:
11 Orang di Blitar Suspek Difteri, Kenali Gejalanya Mirip Ispa
Hurin menjelaskan, gejala awal difteri akan terasa sakit pada bagian tenggorokan dan demam serta daya tahan tubuh menurun. Faktor tersebut karena kelenjar getah kuning membengkak. “Kalau tenggorokan sudah sakit, otomatis akan mengganggu pada pernafasan. Jadi pasien bisa kesulitan bernafas,” imbuhnya.
Selain imunisasi menggunakan vaksin DPT, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini, seperti menjaga anak sejak masih balita atau pada bayi usia 2-6 bulan, serta pemberian vaksin booster. “Paling penting harus menghindar dari orang yang sudah terkena penyakit difteri. Jangan sampai ada kontak langsung sama penderita,” tandasnya.
Sekadar diketahui, difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat mempengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Penyakit Difteri sendiri disebabkan oleh virus Edwin Klebs dan Friedrich Loffter yang diberi nama sesuai dengan penemunya pada tahun 1884. [sar/suf]






