Jember (beritajatim.com) – Tahun ini ada bangunan 48 sekolah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang diperbaiki dengan memakai dana alokasi khusus (DAK). Total ada sekitar 14 persen dari empat ribu sekolah yang saat ini dalam kondisi rusak.
“Sekitar 400-500 sekolah, termasuk yang muncul di media sosial. Pemerintah daerah sudah berusaha mengatasi dengan memperhatikan skala prioritas, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jember Hadi Mulyono, ditulis Jumat (21/3/2023).
Menurut Hadi, dibutuhkan dana Rp 350 miliar untuk merehabilitasi seluruh sekolah itu. Rehabilitasi sekolah didanai oleh dana alokasi khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat dan dana alokasi umum (DAU). “Bahkan pada 2023, ada sumber dana dari DBHCHT (Dana Bagi Haisl Cukai Hasil Tembakau) untuk rehab sekolah. Di DBHCHT ada uang sekitar Rp 9 miliar untuk rehab sekolah semua,” katanya.
Hadi mengatakan, pada tahun pertama dan kedua pemerintahan Hendy Siswanto, Pemerintah Kabupaten Jember memprioritaskan pembangunan infrastruktur. “Baru sektor lain, termasuk tahun ini sektor pendidikan dan pertanian,” katanya.
Semua data kondisi sekolah bisa dilihat dan diakses Seluruh elemen pendidikan di Jember melalui aplikasi internal MyDispendik. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Aplikasi ini untuk mempercepat semua informasi pendidikan. Dalam aplikasi ini ada tujuh menu yang bisa diakses semua pihak, baik oleh lembaga sekolah maupun guru. Sangat mudah diakses,” kata Hadi.
Tujuh menu itu antara lain menu masalah pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan, standar pelayanan minimal pendidikan, guru penggerak, podcast, menu data untuk mengakses siswa dan guru berprestasi yang bisa diunggah sendiri.
“Masing-masing satuan pendidikan memiliki titik koordinat, kondisi visual, sehingga teridentifikasi menyeluruh. Ini menjadi sumber data untuk mengerluarkan kebijakan, dan itu terintegrasi dengan program Dapodik,” kata Hadi. [wir]






