Malang (beritajatim.com) – Sebagai ajang pengenalan kampus Universitas Negeri Malang (UM) kepada warga dunia, UM iCamp 2023 dilangsungkan selama seminggu. Melalui acara ini mahasiswa lintas negara dapat saling bertukar pengalaman dengan suasana penuh kegembiraan, wawasan lintas budaya, dan persahabatan antar bangsa.
Nohan Arum Romadlona, M.K.M selaku program director UM iCamp 2023 memaparkan detail mahasiswa asing yang berpartisipasi. CGelaran ini 2023 diikuti oleh 118 pelamar yang diseleksi menjadi kurang lebih 60 peserta dari 28 negara di seluruh dunia,” katanya saat welcoming party, Selasa (20/7/2023) malam lalu.
UM iCamp 2023, kata dia, bertujuan untuk memperkenalkan UM pada warga dunia. Selain itu bertujuan untuk memperluas jaringan UM di tingkat internasional, menjanjikan pengalaman tak terlupakan bagi mahasiswa asing.
“Seperti berkesempatan tinggal di Desa Peniwen dan menikmati keseharian dengan warga lokal, belajar membatik, mengenal pantun sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia, wawasan lintas budaya, dan persahabatan antar bangsa untuk seluruh peserta UM iCamp 2023,” lanjutnya.
UM iCamp menawarkan pendalaman budaya Indonesia secara langsung dengan berbagai kegiatan menyenangkan. Misalnya dengan belajar Bahasa Indonesia, pelatihan membuat batik, pengalaman hidup di desa, aktivitas pantai, pertunjukan Tari Nusantara, olahraga tradisional, dan Bromo Trip.
“Melalui ajang ini diharapkan dapat membangun relasi global dan mendapat kesan positif soal UM dan budaya Indonesia. Kami berharap program ini bisa menjadi ajang untuk membangun relasi global dan memberikan kesan membekas dalam ingatan tentang UM, Malang, dan Indonesia,” kata Nohan Arum Romadlona, M.K.M mengakhiri.
Perhelatan acara yang UM iCamp 2023 sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Tahun 2023 akhirnya kembali dimulai dengan pembukaan acara di Graha Cakrawala UM.
Acara pembukaan diawali dengan gala dinner dan welcoming party yang meriah dengan menampilkan atraksi budaya memukau. Ada parade busana tradisional masing-masing negara, penampilan Tari Remo, dan atraksi tarian Mandarin.
Rektor yang diwakili oleh Sekretaris Universitas Negeri Malang, Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D., menjelaskan UM iCamp hadir kembali dan menjadi ajang menarik bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk berinteraksi. “Belajar dari satu sama lain, dan memperdalam pemahaman tentang keberagaman dunia utamanya pemahaman tentang Indonesia dan UM,” kata ujar Wayan Dasna.
UM iCamp adalah agenda tahunan yang dimulai sejak 2016 dan sempat terhenti pelaksanaannya selama tiga tahun. “Setelah 3 tahun terhenti karena pandemi Covid-19, kita sangat bangga dan berbahagia hari ini kita bisa kembali menggelar UM iCamp 2023 dengan meriah,” lanjutnya.
Tidak sekadar kegiatan biasa, UM iCamp 2023 akan menyuguhkan berbagai kegiatan menarik selama seminggu ke depan. “Seluruh aktivitas UM iCamp 2023 tidak hanya digelar di kampus utama UM, tetapi juga kegiatan menarik lainnya di luar kampus utama UM,” lanjut Wayan Dasna.
Nantinya kegiatan di luar seperti belajar tari tradisional dan gamelan di Desa Peniwen dan mengunjungi Pantai Wedi Awu dan Gunung Bromo untuk. “Itu semua untuk memperkenalkan bentang alam Jawa Timur yang menjadi spot favorit bagi turis,” pungkasnya. (dan/kun)
BACA JUGA:






