Pamekasan (beritajatim.com) – Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, meluncurkan sembilan buku karya siswa dalam rangka menyambut Hari Jadi (Harjad) ke-2 lembaga pendidikan pesantren berbasis multimedia dan literasi, pada Jumat (21/7/2023) besok.
Hal tersebut menandakan kesadaran pesantren yang terletak di Dusun Sumber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, akan pentingnya teknologi informasi menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia.
Terlebih saat ini, hampir semua aspek kehidupan manusia bergantung dengan teknologi informasi. Sehingga IBS PKMKK berusaha untuk merespons kondisi tersebut dengan berbagai tantangan revolusi industri 4.0.
Salah satunya dengan memberikan mengajarkan santri melek teknologi, sehingga mereka bisa bersaing dan berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat dunia.
“Santri tidak hanya sebagai konsumen teknologi, tapi juga harus ikut serta membangun peradaban teknologi yang bernilai tinggi demi kepentingan pengembangan kehidupan bangsa,” kata Direktur Pengembangan Soft Skill IBS Padepokan Kiai Mudrikah, Heni Listiana, Kamis (20/7/2023).
BACA JUGA:
Mahasiswa UB Malang Bantu Petani Pamekasan Cek Kesuburan Tanah
Tidak kalah penting, pihaknya juga tengah berupaya melakukan konter dari beragam informasi dan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, seperti radikalisme maupun terorisme. Termasuk juga informasi yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa atau juga kejahatan siber yang membahayakan moralitas bangsa.
“Dari itu, pesantren harus mampu menjaga umat dan bangsa dari berbagai tindakan atau kejahatan moral maupun sosial. Karena itulah salah satu dari identitas pesantren, yakni sebagai penjaga umat dan kedaulatan NKRI,” ungkapnya.
Selama ini pesantren selalu diidentikkan dengan sebatas penguasaan bidang agama saja, tetapi IBS Kiai Mudrikah justru berupaya maksimal melalui bidang pengembangan multimedia. “Semua materi keagamaan seperti hadis, fiqih, tauhid, dan lainnya diintegrasikan dan dielaborasikan dengan memanfaatkan teknologi Interactive Flat Panel generasi terbaru Core i9, dan smart TV dalam proses pembelajaran,” imbuhnya.
“Bahkan santri IBS Kiai Mudrikah juga sudah mampu membuat berbagai konten yang mendidik, bertanggung jawab dan melestarikan kearifan lokal Madura serta berdasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam, yang didukung dengan peralatan teknologi terbaru Intel NUC Gen 12, Core i9; dan Tiga Puluh (30) Laptop SSD core i7 serta 9 (sembilan) jenis kamera,” imbuhnya.
Kondisi tersebut dinilai mampu menyedot perhatian masyarakat luas, sehingga banyak orang ingin menyelami lebih dalam tentang IBS Kiai Mudrikah.
BACA JUGA:
Unusa dan Pelindo Bangun Pengolahan Air Bersih di Ponpes Pamekasan
“Santri IBS Kiai Mudrikah tidak hanya diberikan ilmu agama dan multimedia dengan beragam variannya, tetapi juga diajarkan literasi, yakni proses menumbuh-kembangkankan kesadaran akan pentingnya membedakan hal yang hak dan batil pada setiap aspek kehidupan,” kata Direktur Utama IBS Kiai Mudrikah, Achmad Muhlis.
“Kesadaran ini harus selalu dipupuk dengan cara mengintensifkan kajian ilmu-ilmu agama, dan dielaborasikan dengan isu-isu kekinian dengan memanfaatkan ragam teknologi yang kita miliki. Sehingga dari beragam diskusi ringan tersebut, para santri yang masih berusia belasan tahun telah mampu menyampaikan pandangan, ide dan gagasan dalam sebuah tulisan yang berbentuk buku yang telah diterbitkan,” jelasnya.
Saat ini, IBS Kiai Mudrikah juga meluncurkan 9 (sembilan) jenis buku dengan tema besar pesantren dan moderasi beragama. Masing-masing Membangun Peradaban Literasi Digital di Bumi Kembang Kuning, Rinai Kisah di Pesantren, Mentari Moderasi Beragama di Pesantren, Moderasi Beragama di Pesantren: Mahabbah Kultur Santri, Moderasi Beragama: Melodi Tauhid Cerita Penuh Hikmah, Memupuk Hati Menyusun Puzzle Kehidupan Santri, Netra Santri: Cerita Santri Penuh Hikmah, Halaqoh Cinta Pesantren, dan Analekta Aksara Moderasi Beragama di Pesantren. [pin/beq]






