Malang (beritajatim.com) – Fakultas Agama Islam kampus Universitas Islam Malang (FAI-Unisma) melakukan showcase dan peluncuran program penguatan karakter unggul dan satgas anti perundungan. Program ini hasil kerjasama antara FAI Unisma dengan INOVASI Jawa Timur dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB-Unair) Surabaya.
Tema yang diusung dalam launching adalah ‘Membangun Ekosistem Positif dalam Penguatan Karakter Unggul dan Anti Perundungan di UNISMA,’ Kegiatan berlangsung di gedung pascasarjana Unisma, dengan penampilan praktik baik mahasiswa dan dosen terkait pelaksanaan PKU di kampus, diskusi pelaksanaan pendidikan karakter unggul, dan diakhiri dengan peluncuran satgas anti perundungan, pada Selasa (18/7/2022).
Kolaborasi FAI Unisma dengan dua pihak itu dalam rangka pengembangan modul pendidikan karakter profil pelajar pancasila berbasis nilai-nilai Aswaja pada 2022-2023. Kerjasama ini dimulai sejak 2021-2022 dalam rangka penguatan karakter dan keterampilan abad XXI sebagai penerapan profil pelajar pancasila lewat pembentukan simpul perubahan pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) saat berkolaborasi dengan FIB-Unair.
Baca Juga: Cara Mudah dan Cepat Blokir ATM BCA yang Hilang atau Tertelan Mesin
Dekan FAI, Drs. H. Anwar Sa’dullah, M.Pd., menjelaskan, pelaksanaan program sebelumnya berjalan dengan baik dan mampu memperkuat pembentukan karakter yang dilakukan dengan keteladanan, pembiasaan, dan integrasi kegiatan keseharian oleh simpul perubahan yang terbentuk di warga madrasah. Simpul meliputi kepala madrasah, guru, orang tua, dan siswa.
“Keberhasilan tersebut menginspirasi UNISMA untuk membekali mahasiswa calon guru madrasah di Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) terkait Penguatan Karakter Unggul (PKU),” kata Dekan saat jumpa media showcase and launching satgas anti perundungan, Selasa (8/7/2023).
Pihaknya bersama FIB Unair dan Inovasi akan membentuk mahasiswa PGMI dan PIAUD yang nantinya mereka membentuk karakter para siswa. “Kemudian nanti kami membuat modul, coba implementasi, ada pendamping, penilaian, riset, termasuk satgas dalam bentuk yang riil penanaman nilai karakter,” lanjut dekan.
Baca Juga: Kesaksian Penyelamat Masinis dan Penumpang KA Brantas Tujuan Blitar yang Terbakar
Ada 3 karakter unggulan yang ditanamkan pada mahasiswa, yaitu tasamuh, komunikasi dan berpikir kritis. Nanti, penerapan dimulai dari dosen berlanjut bersama agen satgas agar bullying tidak terjadi di Unisma.
“Bullying ini tanggung jawab kita sebagai bangsa Indonesia. Dengan membentuk siswa unggul, mereka akan menjadi generasi yang akan memegang tampuk kepemimpinan di Indonesia yang bermartabat,” terangnya.
Selain itu, Dekan FIB Unair yang dalam acara press conference diwakili Ikhsan Rosyid mewakili menjelaskan, kerjasama anti bullying ini dilakukan dengan inovasi bermula di level MI Ma’arif Lamongan dan Sidoarjo. Caranya dengan pendidikan karakter yang diintegrasikan dengan keterampilan abad 21 dan profil pelajar pancasila.
Baca Juga: Forkopimda dan Mahasiswa Banyuwangi Kompak Kawal Pemilu Serentak
“Siswa tidak hanya dibekali hard skill tetapi juga soft skill. Soft skill penuh dengan karakter. Menciptakan lingkungan yang baik, yayasan siswa, guru, dan orang tau harus positif. Siswa belajar di Madrasah tidak ada bullying melalui modul penguatan abad 21 dan profil pelajar pancasila,” ujar tim pendamping adaptasi modul karakter FIB Unair ini.
Tahun 2022, dilanjutkan untuk bisa diaplikasikan di FAI Unisma. Semula ada 5 Unit karakter, menjadi 3 unit karakter. 3 karakter unggulan, yaitu toleransi, komunikasi, dan berpikir kritis.

“Produk yang dihasilkan, luar biasa. Perannya sebagai pendamping, mengadaptasi modul yang di MI. Karena lingkungan FAi Unisma terkait keaswajaan, karakter itu dimunculkan berkelindan dengan keterampilan abad 21 dan profil pelajar pancasila,” tutur Ikhsan.
Melalui program ini, FIB Unair berharap adanya kontribusi untuk turut serta menguatkan karakter calon guru. Menurutnya, visi misinya semua kampus pada dasarnya sama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, aplikasi melalui program studi.
Rektor Unisma yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Prof Djunaidi Mistar, M.Pd., menyampaikan bahwa kerjasama antara inovasi, FIB Unair, dan FAI Unisma, untuk membangun ekosistem kampus yang menghasilkan suasana ramah.
Baca Juga: SSC Bongkar Tujuh Sebab PDIP Menang Telak di Surabaya
“Mahasiswa merasa aman, nyaman, belajar dengan baik tanpa khawatir mengalami perundungan. Yang sering terjadi di luar sana terkait pelecehan seksual. Di Unisma kami mewujudkan anti bullying campus dan anti kekerasan seksual,” ujar Prof Jun.
Sementara itu, Philip Beeb gedsi manajer inovasi memandang bahwa bullying sudah sejak dulu berada dalam kehidupan manusia. Menurutnya, saat ini harus mengambil langkah untuk menghentikan perundungan.
“Inovasi telah mempertemukan Unisma dan Unair untuk saling bersinergi dan bekerjasama dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapannya kedepan keduanya dapat berkolaborasi untuk kegiatan universitas yang saling mendukung dan menguatkan,” ungkap Philip Beeb.
Baca Juga: Dispendik Surabaya Minta Siswa Belum Dapat Sekolah Langsung ke Swasta
Pada 13-18 Juli 2023 praktik baik tersebut telah dipamerkan di lingkungan Unisma yang dikemas dalam kegiatan pameran praktik baik dalam rangka berbagi praktik baik Adaptasi Modul Pendidikan Karakter Profil Pelajar Pancasila Berbasis Nilai-nilai Aswaja. Selasa 18 Juli 2023 dilakukan showcase dan peluncuran program penguatan karakter unggul dan satgas anti perundungan fakultas Agama Islam UNISMA dengan tema: “
Sebagai informasi program INOVASI adalah kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia. Program ini berjalan sejak 2016 hingga 2023. Pemerintah yang bekerjasama, meliputi Kemendikbud, Kemenag dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta mitra di tingkat daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur. (dan/ian)






