Surabaya (beritajatim.com) – Royal Caribbean International akan segera meluncurkan kapal terbesar di dunia, Icon of the Seas, pada tahun 2024 mendatang. Kabar gembira ini telah dikonfirmasi oleh perusahaan tersebut setelah kapal selesai dikonstruksi di Turku, Finlandia. Kapal pesiar megah ini juga telah menjalani uji coba sukses di perairan terbuka pada tanggal 22 Juni lalu.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Royal Caribbean International, disebutkan bahwa selama uji coba laut pertamanya, Icon of the Seas telah menjelajahi ratusan mil dengan menguji berbagai aspek, termasuk mesin utama, lambung, sistem rem, kemudi, tingkat kebisingan, dan getaran. Semua uji coba tersebut telah berhasil dilakukan dengan baik.
Kapal pesiar Icon of the Seas memiliki panjang sekitar 365 meter. Hal ini menjadikannya salah satu kapal terpanjang di dunia. Diperkirakan beratnya mencapai lebih dari 250 ribu ton, yang setara dengan dua CN Tower di Kanada. Kapal mewah ini direncanakan akan dapat menampung sekitar 5.610 penumpang dengan 2.350 awak kapal saat berlayar di perairan Karibia pada bulan Januari 2024.
Salah satu fitur menarik dari Icon of the Seas adalah taman air terbesar di laut yang ada di dunia. Kapal ini akan menawarkan enam seluncuran air, tujuh kolam dalam perahu, dan sembilan pusaran air untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para penumpangnya.
Galangan kapal Meyer Turku, salah satu produsen kapal terkemuka di Eropa yang berbasis di Finlandia, bertanggung jawab atas pembangunan kapal ini.
BACA JUGA: Promo! Ini Pilihan Wahana Air di Hawai Waterpark Malang dan Harganya
Icon of the Seas adalah “saudara” dari kapal pesiar lainnya yang dimiliki oleh Royal Caribbean, yaitu Wonder of the Seas. Wonder of the Seas telah melakukan pelayaran perdananya pada tahun 2022.
Sebagai titik puncak dari evolusi jalur pelayaran, Icon of the Seas menggunakan teknologi terbaru dan menggabungkan pembelajaran selama 50 tahun sepanjang sejarah perusahaan.
Menariknya, kapal ini juga menjadi kapal pertama dari Royal Caribbean International yang didukung oleh gas alam cair (LNG) dan teknologi sel bahan bakar. Hal ini merupakan langkah perusahaan dalam mendukung penggunaan energi bersih di masa depan. (mnd/nap)






