Sumenep (beritajatim.com) – PMII kembali berunjuk rasa di depan kantor Pemkab Sumenep pada Jumat (14/07/2023) sore. Mereka mengecam tingginya angka kemiskinan Sumenep, bahkan tertinggi ketiga di Jatim.
“Sumenep ini kaya sumber daya alamnya. Kita punya migas di sini. Tapi apa buktinya? Masyarakat kita tetap miskin,” teriak salah satu orator, Ahyatul Karim.
Ia mengungkapkan, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Sumenep menempati urutan ketiga kabupaten termiskin di Jawa Timur. Jumlah warga miskin di Sumenep tercatat 206 ribu lebih atau 18,53 persen dari jumlah penduduk Sumenep.
“Mana janji-janji Bupati yang katanya akan membangun Sumenep? Buktinya masyarakat Sumenep masih miskin. Katanya ‘Bismillah Melayani’ ternyata ‘Innalillah melayani,” ujarnya.
BACA JUGA:
Jumat Curhat, Kapolres Sumenep Dengar Aspirasi Warga Talango
Ia menuding bahwa tingginya angka kemiskinan di Sumenep akibat buruknya kinerja Bupati dan Wakil Bupati. Mereka menilai, yang dilakukan selama ini hanya kerja-kerja politik untuk meningkatkan popularitas.
Sedangkan program pengentasan kemiskinan justru tidak terealisasi dengan baik.
“Bupati sibuk pencitraan di tik tok, instagram, dan media sosial lainnya. Bupati tidak peduli masyarakatnya masih banyak yang miskin,” teriaknya.
BACA JUGA:
Peduli Lingkungan, Polres Sumenep Bersih-bersih Sampah di Pelabuhan Cinta
Sambil berorasi, mahasiswa juga mengusung keranda mayat bertuliskan Bupati Fauzi yang melambangkan hati nurani bupati telah mati, kinerjanya gagal, sehingga tidak peka dengan kondisi masyarakat Sumenep.
Para mahasiswa sampai saat ini memilih bertahan di Pemkab, sampai Bupati Sumenep bersedia menemui mereka. [tem/beq]






