Sidoarjo (beritajatim.com) – Stadion Gelora Delta Sidoarjo telah memenuhi standar cahaya lampu yang ditetapkan oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Federation Internationale de Football Association (FIFA). Perubahan ini terjadi setelah penggantian lampu penerangan pada empat menara yang terletak di keempat sudut stadion tersebut. Berdasarkan uji coba yang dilakukan, tingkat kecerahan cahaya lampu di Stadion Gelora Delta Sidoarjo mencapai 1.700 Lux, melebihi standar PSSI dan FIFA yang sebesar 1.300 Lux.
Sebelumnya, stadion ini menggunakan lampu eksisting Philips dengan jenis pelepas gas MVF 403, MHNSA 2.000 Watt sebanyak 168 unit. Berdasarkan hasil uji coba, tingkat kecerahan lampu lama tersebut hanya mencapai rerata 700-800 Lux. Kini, lampu tersebut telah diganti dengan lampu sorot LED merek Bandell tipe TSL 1.000 Watt sebanyak 168 unit, yang menghasilkan tingkat kecerahan rata-rata sebesar 1.700 Lux.
Bandell adalah merek lampu lokal yang telah dikenal secara nasional. Lampu ini diproduksi oleh PT Sarana Karya Solusindo (PT SKS) yang berlokasi di Jalan Raya Lingkar Timur, Buduran, Sidoarjo.
Pemasangan lampu sorot LED, kabel listrik, dan kontrol dilakukan oleh PT Sarana Berkarya Sejahtera, sebuah perusahaan dari Sidoarjo yang beralamat di Perum Jenggolo Asri, Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.
“Dengan adanya lampu baru ini, Stadion Gelora Delta Sidoarjo tidak hanya layak digunakan untuk Porprov Jatim Tahun 2023, tetapi juga dapat digunakan untuk pertandingan sepakbola dengan standar yang ditetapkan oleh PSSI dan FIFA,” kata Ir. H. Gatut Budiono, MSc, IPU, Tim Ahli Independen, setelah melakukan uji coba pencahayaan lampu sorot di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Rabu (12/7/2023).
BACA JUGA:
Pangdam V Brawijaya Tinjau Stadion Gelora Delta Sidoarjo
Pada saat uji coba, Gatut Budiono, yang juga merupakan Dekan Fakultas Volasi Untag Surabaya, didampingi oleh beberapa tim ahli lainnya, antara lain Ir. H. Hadi Tasmono, MT, IPU, yang juga dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Untag Surabaya dan dosen Teknik Elektro STT-PLN. Selain itu, ada juga Ir. H. Sugiono, MM, IPU (Ahli Utama APEI Jawa Timur) dan H. Ary Mulyanto, ST (Ahli Utama APEI Jawa Timur).
“Dengan hasil uji coba hari ini, dapat disimpulkan bahwa Stadion Gelora Delta Sidoarjo memiliki tingkat kecerahan cahaya lampu yang luar biasa. Stadion ini mungkin menjadi stadion dengan pencahayaan terkuat di Indonesia berdasarkan standar lux level average dari PSSI sebesar 1.300 Lux. Standar FIFA untuk kecerahan cahaya di stadion sepakbola luar ruangan adalah 200 Lux untuk latihan, 400 Lux untuk kompetisi amatir, dan 600 Lux untuk kompetisi profesional,” tambah Gatut.

Gatut menjelaskan bahwa tingkat kecerahan 1.300 Lux yang merupakan persyaratan dari PSSI untuk pertandingan sepakbola memungkinkan pertandingan tersebut dapat disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi nasional. Bahkan dengan kecerahan cahaya antara 1.300-1.400 Lux, televisi nasional dapat melakukan pengambilan gambar dari jarak 150 meter. Sedangkan untuk siaran langsung televisi internasional, diperlukan kecerahan cahaya antara 1.400-1.700 Lux dengan jarak tembak kamera televisi ke objek gambar 150 meter.
“Dengan tingkat kecerahan cahaya stadion yang mencapai 1.700 Lux ini, Stadion Gelora Delta Sidoarjo dapat digunakan untuk siaran televisi nasional dan internasional sesuai dengan persyaratan FIFA. Di masa depan, PSSI Pengcab Sidoarjo bahkan dapat mengundang klub elit dari Eropa dan Amerika Latin untuk bermain di malam hari di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Hal ini akan membantu meningkatkan prestasi Kabupaten Sidoarjo secara nasional dan menjadikan stadion ini sebagai kebanggaan warga Sidoarjo,” tegas Gatut.
Sementara itu, Direktur PT Sarana Karya Solusindo (PT SKS), Reza Kurniawan, menegaskan bahwa hasil uji coba menunjukkan tingkat kecerahan pencahayaan yang lebih baik. Selain itu, teknologi yang digunakan pada lampu sorot saat ini jauh lebih canggih daripada lampu sebelumnya yang masih menggunakan pengaturan manual.
“Saat ini, lampu di Stadion Gelora Delta Sidoarjo sudah lebih maju dan dapat diatur secara sistematis. Bahkan sudah setara dengan stadion internasional seperti Jakarta International Stadium (JIS), Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta, dan Gelora Bung Tomo (GBT) di Surabaya. Di Indonesia, hanya ada empat stadion yang memenuhi standar tersebut, dan Stadion Segiri Samarinda dijadwalkan menjadi yang kelima,” jelas Reza Kurniawan.
Selain itu, lampu sorot LED yang baru ini memiliki keunggulan lain, yaitu jika pasokan daya tidak memadai, lampu akan menyala lebih cepat secara langsung. Hal ini berbeda dengan lampu lama yang memerlukan waktu untuk mencapai kecerahan yang diinginkan setelah dinyalakan.
“Waktu hidupnya lebih cepat, dan begitu dinyalakan, tingkat kecerahannya mencapai 1.700 Lux secara langsung. Bahkan saat terjadi gol, lampu dapat diatur untuk menampilkan cahaya dengan tulisan ‘GOL’. Pencahayaan di Stadion Delta ini sudah berstandar internasional. Di luar negeri, stadion seperti milik Manchester United, Juventus, dan Real Madrid sudah menggunakan teknologi serupa,” ungkapnya.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pemkab Sidoarjo, Martha, menegaskan bahwa setelah penggantian lampu sorot LED dengan tingkat cahaya rata-rata 1.700 Lux, Stadion Gelora Delta Sidoarjo telah menjadi salah satu stadion terbaik secara nasional. Bahkan, stadion ini mengungguli JIS, GBK, dan GBT yang masih mengandalkan lampu tribun. Stadion Gelora Delta Sidoarjo hanya mengandalkan lampu sorot pada empat menara.
“Sebelumnya, tingkat pencahayaan dengan lampu lama hanya mencapai 800 Lux, sedangkan standar PSSI adalah 1.300 Lux. Sekarang, Stadion Gelora Delta Sidoarjo mencapai tingkat pencahayaan sebesar 1.700 Lux. Ini berarti stadion tidak hanya siap untuk Porprov Jatim, tetapi juga memenuhi standar FIFA. Dengan prestasi ini, stadion siap untuk pertandingan yang diadakan oleh PSSI dan memenuhi standar internasional,” pungkas Martha, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Disporapar Pemkab Sidoarjo. [isa/beq]






