Lamongan (beritajatim.com) – Nasib nahas dialami Moh. Musthofa (21), warga Dusun Krajan, Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Dia tewas dalam kecelakaan kerja yang terjadi di Kabupaten Lamongan.
Korban bekerja di lahan proyek PT. Tuban Prima Energi, yang berlokasi di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
“Iya. Terjadi kecelakaan kerja di Kabupaten Lamongan pada Selasa, tanggal 11 Juli 2023, sekira pukul 20.00 WI, tadi malam,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Rabu (12/7/2023).
Anton menjelaskan, kecelakaan bermula saat saksi 1 bernama Benu (40), warga asal Dusun Camborgumelar, Desa Mrutuk, Kecamatan Widang, Tuban hendak memarkirkan truk molen berisikan readymix, pada Selasa (11/7/2023) sekitar pukul 17.30 WIB.
Usai memarkir truk molen tersebut, saksi 1 pergi beristirahat dan mencari makan. Selesai makan, sekitar pukul 20.00 WIB, saksi 1 kembali untuk mengecek muatan readymix.
BACA JUGA:
Bus Pariwisata Adu Moncong dengan Mobil Boks di Lamongan
“Saat mengecek readymix, saksi 1 melihat korban sedang berada di ruang operator batching plant yang ada di bawah silo semen,” kata Anton.
Sejenak kemudian, sambung Anton, tiba-tiba saksi 1 dikagetkan dengan suara keras dari besi yang patah. Lantaran panik, saksi 1 langsung berlari dan berupaya untuk menyelamatkan diri.
Saksi 1 juga berteriak meminta tolong, hingga akhirnya datanglah dua saksi lain yakni Ennarya BR Sebayang (57), admin perusahaan asal Kelurahan Perbon, dan Salsabila Vida Syawali (23), asal Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban.
“Para saksi lain yang mendengar teriakan dari saksi 1 itu pun langsung berlari menuju ke tempat kejadian. Di lokasi, mereka melihat bahwa bangunan silo sudah dalam keadaan ambruk,” beber Anton.
BACA JUGA:
Dapur dan Kandang Sapi di Lamongan Ludes Terbakar saat Ditinggal Cari Rumput
Atas kejadian ini, para saksi kemudian segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Sayangnya, kecelakaan ini telah menelan satu korban jiwa atas nama Musthofa, yang tak sempat untuk menyelematkan diri.
“Korban meninggal tertimpa bangunan silo semen yang ambruk di tempat kerjanya,” papar Anton.
Anton menuturkan, polisi yang menerima laporan pun langsung mendatangi TKP. “Polisi melakukan olah TKP, kemudian mencatat identitas korban dan keterangan dari para saksi, untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. [riq/beq]






