Jombang (beritajatim.com) – Sejumlah Parpol (partai Politik) di Kabupaten Jombang melakukan bongkar pasang susunan Bacaleg DPRD setempat untuk Pemilu 2024. Hal itu diketahui saat parpol melakukan perbaikan dokumen bacaleg yang diserahkan terakhir pada 9 Juli 2023.
Komisioner KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Jombang Divisi Teknis Penyelenggara, As’ad Choiruddin, Selasa (11/7/2023), membenarkan adanya fenomena tersebut. “Dan itu tidak menjadi masalah, karena antara 26 Juni hingga 9 Juli kemarin adalah masa perbaikan dokumen,” ujar Asad.
Parpol apa saja yang melakukan perubahan komposisi bacaleg? Asad tidak hapal satu per satu Parpol tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa perubahan komposisi itu secara garis besar ada dua hal. Pertama, bacaleg pindah dapil (daerah pemilihan). Kedua penggantian nama bacaleg.
BACA JUGA:
Dari 695 Bacaleg di Jombang, Hanya 63 Orang Memenuhi Syarat
“Kalau detailnya saya tidak hapal. Tapi saya pastikan ada sejumlah Parpol yang melakukan bongkar pasang susunan bacaleg DPRD Jombang untuk Pemilu 2024, hingga batas akkhir perbaikan dokumen kemarin,” ujar warga Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang ini.
KPU Jombang mencatat, dari 17 Parpol yang terdaftar, hanya 16 yang melakukan perbaikan dokumen. Satu Parpol yang tidak menyerahkan perbaikan dokumen adalah PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Selanjutnya, KPU Jombang melakukan vermin (verifikasi administrasi) perbaikan dokumen tersebut. Yakni mulai 9 Juli hingga 6 Agustus 2023.
“Nah, dari situ akan muncul bacaleg MS (memenuhi syarat) dan TMS (tidak memenuhi syarat). Kemudian 6 hingga 11 Agustus 2023 KPU Jombang melakukan pencermatan rancangan DCS (daftar caleg sementara). Sedangkan pengumuman DCS pada 19 Agustus 2023,” pungkas Asad.
Terpisah, Sekretaris DPC PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Jombang Anas Burhani membenarkan adanya bongkar pasang susunan bacaleg tersebut. Hal itu pula yang dilakukan oleh PKB Jombang. Tepatnya, ada bacaleg yang pindah dapil.
BACA JUGA:
KPU Jombang Tetapkan DPT Pemilu 2024, Jumlahnya 1.011.402 Pemilih
“Karena kita melihat potensi masing-masing bacaleg. Sehingga ada pemindahan dapil bacaleg tersebut. Sekali lagi, tujuannya untuk menyesuaikan dengan potensi bacaleg,” ujar Anas yang merupakan bacaleg dari dapil Jombang VI (Tembelang, Megaluh, dan Kecamatan Kesamben) ini.
Seperti diketahui, berdasarkan data yang ada di KPU Jombang, terdapat 695 bacaleg yang mendaftar. Mereka berasal dari 17 parpol. Jumlah bacaleg paling sedikit adalah Partai Ummat. Partai besutan Amien Rais ini hanya mendaftarkan 12 bacaleg. Semuanya perempuan. Tersebar di enam daerah pemilihan (dapil).
Kemudian Partai Kebangkitan Nasional (PKN) dengan jumlah bacaleg 14, terdiri dari 8 laki-laki dan 6 perempuan. Disusul Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebanyak 27 bacaleg. Rinciannya, 13 laki-laki dan 14 perempuan.
BACA JUGA:
Satu Parpol di Jombang Tak Lakukan Perbaikan Dokumen Bacaleg
Lalu Partai Buruh sebanyak 28 bacaleg terdiri dari 19 laki-laki dan 9 perempuan, Partai Perindo 32 bacaleg dengan komposisi perempuan 50 persen, serta Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) sebanyak 32 bacaleg terdiri dari 19 laki-laki dan 13 perempuan.
Selain 6 parpol tersebut seluruhnya mengajukan sebanyak 50 bacaleg dengan kuota perempuan di atas 30 persen. Masing-masing adalah PDI Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Nasdem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, serta Partai Keadilan Sejahtera (PKS). [suf/ted]






