Magetan (beritajatim.com) – Dua orang jemaah haji asal Kabupaten Magetan dipastikan tidak akan disambut oleh Bupati Suprawoto. Keduanya masih di Makkah, Arab Saudi akibat harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Magetan Imam Subakti menerangkan, terdapat total 543 jemaah haji tiba di Magetan pada Senin (10/7/2023). Sementara dua jemaah haji yang masih di Mekkah, kondisi mereka belum memungkinkan menempuh penerbangan selama 10 jam dari Arab Saudi ke Tanah Air.
“Atas nama Ibu Somah dan Bapak Muhammad Sidi. Menjelang pulang kondisinya tidak memungkinkan untuk naik kendaraan ya, dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit di Makkah,” kata Imam saat baru datang usai menjemput ratusan jamaah haji di Surabaya, ditulis Selasa (11/7/2023).
Imam mengatakan, dua jamaah haji tersebut rencananya bakal ikut kepulangan kloter lain. Jika kondisinya sidah fit, maka bisa pulang bersama jamaah haji kloter berikutnya.
BACA JUGA:
Jenazah Jamaah Haji Magetan yang Meninggal di Pesawat Tiba, Disambut Isak Tangis Keluarga
“Namun, kami belum tahu ya, bakal ikut kloter mana,” katanya.
Kemudian, ada pula jamaah haji kloter 14 yang mengalami sakit hingga pesawat harus transit di Bandara Kuala Namu Medan, Sumatera Utara. Jemaah atas nama Isno itu mengalami sesak napas dan kondisinya kritis. Kejadiannya setelah Sumantri Kasan Mukmin meninggal dunia di pesawat yang sama.
BACA JUGA:
Jemaah Haji Asal Magetan Meninggal di Pesawat, Pilot yang Mengabarkan
“Ya ada yang meninggal dunia. Kemudian, Pak Isno ini mengeluh sakit. Hingga akhirnya, pesawat turun di Medan. Pak Isno didampingi ketua regunya yakni Pak Bekti,” lanjutnya.
Untuk jemaah haji tersebut rencanaya bakal dijemput oleh pihak keluarga pada Selasa (11/7/2023). Imam mengatakan selebihnya, tidak ada kendala. [fiq/beq]






