Magetan (beritajatim.com) – Ojek ibu hamil (Jek-Mil) kini sudah beroperasi di seluruh kecamatan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Awalnya, ojek yang melayani ibu hamil itu hanya beroperasi di Kecamatan Bendo. Fungsinya agar meningkatkan kunjungan ibu hamil yang periksa kesehatan ke puskesmas.
Adalah Iin Rosita, Bidan Desa Carikan Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan yang menginisiasi Jek-Mil. Tepatnya, pada 2018 lalu. Perjuangannya dimulai di desa tempatnya bertugas dan desa tetangga yakni Desa Setren. Di dua desa ini mereka merekrut tujuh orang perempuan untuk mengantar ibu-ibu hamil untuk periksa kesehatan.
Ojek dipilih menjadi sarana yang tepat bagi ibu hamil agar tetap bisa sampai ke fasilitas kesehatan. Driver perempuan dipilih karena dianggap paling bersahabat dengan ibu hamil. Kemudian, mampu mengendarai roda dua dan sudah punya SIM-C. Tak hanya itu, mereka juga dibekali pengetahuan dan pertolongan pertama jika sesuatu terjadi di jalan saat mereka mengantar ibu hamil.
Para driver harus tahu juga soal kesehatan ibu dan bayi. Selebihnya, tak boleh punya penyakit menular. Mereka pun diangkat jadi kader kesehatan dan disetujui oleh bidan desa dan kepala desa.

Tahun demi tahun, Jek-Mil semakin berkembang sampai 12 desa di Kecamatan Bendo. Gaung inovasi yang efektif mengurangi penularan penyakit dari ibu ke anak semakin santer terdengar sampai Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat.
Hasil evaluasi sampai tahun 2022, capaian ante natal care terpadu (ANCT) meningkat dari 59,42 persen pada 2017, menjadi 60,4 persen pada 2018, 96 persen pada 2019, 100 persen pada 2020, 100 persen pada 2021, serta 100 persen pada 2022. Kemudian, mematian ibu bertahan dari di angka noltahun 2017 sampai 2022.
Juga, angka kematian bayi turun dari 8 bayi pada 2017, menjadi 4 bayi pada 2018, 6 bayi pada 2019, dan 5 bayi pada 2020, 5 bayi pada 2021dan 3 Bayi pada 2022. Peran serta masyarakat juga meningkat ditandai meningkatnya Driver Jekmil dari 7 driver di 2 desa pada 2018 menjadi 43 driver di 13 desa pada 2020.
“Sampai akhirnya di tahun 2022 lalu, kami dapat kesempatan untuk mereplikasi inovasi ini. Langsung di 18 kecamatan di Magetan. Dengan total 235 desa. Jumlah driver sekarang mencapai 485 driver. Masing-masing desa, ada dua driver Jek-Mil dulu ya,” kata Iin pada beritajatim.com, Senin (10/7/2023).
Seluruh driver sudah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama, pengetahuan ibu bayi, sekaligus pelatihan safety riding dari Satlantas Polres Magetan. Pelatihan itu dilakukan roadshow selama bulan Oktober dan November 2022 lalu di 18 kecamatan. Pelaksanaannya dibiayai oleh dana insentif daerah (DID) 2022.
“Saat ini masih kami evaluasi ya. Mana yang sudah berjalan. Nanti hasil evaluasi akan disampaikan. Saat ini, tim replikasi dan pemantauan dibawah Dinas Kesehatan langsung ya,” lanjutnya.
Saat ini, selain melayani ibu hamil, Jek-Mil juga memegang peran penting dalam untuk menurunkan angka stunting di Magetan. Pelayanannya menjangkau balita dan anak. Khsuusnya bagi balita stunting, juga bisa mendapatkan pelayanan Jek-Mil.
“Ini kabar baik bagi kita semua ya. Pelayanan Jek-Mil ini memang satu misi dengan penurunan stunting. Kami harap mendapatkan dukungan penuh masyarakat,” katanya.
Pun, saat ini uang pembinaa bagi para driver dianggarkan dari bantuan operasional kesehatan (BOK) 2023. Ditambah, dari pemerintah desa yang bersumber dari APBDes.
BACA JUGA:
Istri Hamil Ikut Suami Curi Motor, Alasan Terlalu Sayang
Inovasi itu bahkan mengantarkan Bupati Magetan Suprawoto mendapatkan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan itu diberikan atas Peran Aktif Dalam Pelaksanaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunar Stunting melalui lnovasi Jek-Mil (Ojek Ibu Hamil) sehingga berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta angka prevalensi stunting di Kabupaten Magetan.
“Sebelum itu saya sempat melakukan presentasi terkait inovasi ini. Dan memang fokusnya untuk pengurangan angka stunting ini,” pungkas Iin. [fiq/but]






