Banyuwangi (beritajatim.com) – Perhelatan akbar dalam parade busana etnik bertajuk Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) ternyata membawa berkah bagi pelaku UMKM. Betapa tidak, adanya gelaran itu membuat dagangan mereka laris manis dan otomatis pendapatan naik drastis.
Di sepanjang catwalk BEC mulai dari Jl. Veteran di Taman Blambangan hingga finish di halaman kantor Pemkab Banyuwangi berjajar ratusan pedagang yang membuka lapaknya. Tampak kepadatan pedagang terjadi di jalan A. Yani, mulai dari Simpang Lima hingga kantor Pemkab Banyuwangi.
Pedagang kaki lima yang mereka jajakan terlihat dikerumuni oleh warga yang tidak lain adalah penonton setia BEC. Mulai dari mainan anak, makanan ringan, aneka minuman, hingga jajanan pasar semua tersaji.
“Ini bukan sekadar parade biasa. Event ini merupakan mesin penggerak perekonomian masyarakat Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (9/7/2023).
Ipuk menyebut semua event yang digelar pemkab harus berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Seperti halnya BEC yang digelar sejak 2012 lalu itu.
“Ini adalah pesta rakyat. Semuanya harus gembira, dampaknya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain terhibur, warga juga bisa mengais rezeki dari event ini,” terangnya.
Berkah ini salah satunya dirasakan oleh Sujak, pedagang asongan yang berjualan di lokasi start BEC. “Biasanya seharian dapat Rp. 200 ribu, saat BEC hanya sampai siang sudah dapat Rp. 400 ribu,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Deny, penjual jagung rebus yang dagangannya ludes diserbu penonton hanya dalam setengah hari.
BACA JUGA:
Banyuwangi Ethno Carnival, Warisan Budaya yang Berevolusi
“Alhamdulillah, hari ini 100 biji habis dalam setengah hari. Biasanya, 100 biji itu harus jualan dari pagi sampai malam, itu pun kadang masih ada sisa,” urai Deny.
BEC kali ini digelar selama sepekan sejak 5-9 Juli 2023 dengan mengusung tema The Magic of Ijen Geopark. [rin/but]






