Ponorogo (beritajatim.com) – Gerimis hujan tidak mengurungkan niat ratusan orang menjemput kepulangan jemaah haji Ponorogo kembali ke Bumi Reog. Mereka berdiri berjejer di sepanjang jalan Alun-alun Utara, tempat bus rombongan haji itu akan berhenti.
Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, jemaah haji yang pulang sampai Ponorogo pada Sabtu (8/7/2023) ini, sebanyak 446 orang. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 embarkasi Juanda Surabaya. Jemaah haji kloter ini, berada di tanah suci sebanyak 40 hari.
Jika dari jumlah jemaah haji waktu keberangkatan, harusnya saat ini yang pulang 450 orang. Namun, ada 2 jemaah haji yang meninggal dunia di tanah suci.
Sementara untuk 2 jemaah haji sisanya masih sakit, terpaksa belum bisa pulang hari ini. Di mana 2 jemaah yang sakit, ada seorang jemaah masih ada di Tanah Suci dan satunya lagi saat ini sedang dirujuk di rumah sakit di Surabaya.
“Ada satu jemaah yang tertinggal di Tanah Suci, sakit demensia,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, Nurul Huda, Sabtu (8/7/2023).
BACA JUGA:
69 Jemaah Haji Ponorogo Berangkat ke Tanah Suci
Pada penjemputan jemaah haji Ponorogo yang pulang ini, terlihat ada keluarga yang membawa kursi roda. Nampaknya ada beberapa jemaah haji yang kondisinya kurang begitu sehat. Sehingga keluarga penjemput, dari rumah sudah membawa kursi roda.
Salah satunya adalah keluarga Haji Murodi asal Kecamatan Sawoo. Anaknya, yang bernama Afi Kusnarian sudah menyiapkan dari rumah kursi roda untuk menjemput bapaknya.
BACA JUGA:
Jemaah Haji Ponorogo Dimakamkan di Mekkah, Keluarga Alm Mbah Sinto Ikhlas
Bahkan, saat akan keluar dari bus, Afi harus menggendong bapaknya yang berusia 80 tahun itu.
“Di tanah suci menurut laporan dari ketua regu, bapak kadang sehat dan kadang sakit. Hari ini sudah siapkan kursi roda, karena bapak sedang tidak fit,” pungkas Afi Kusnarian. (End






