Banyuwangi (beritajatim.com) – PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Ketapang – Gilimanuk melakukan sejumlah upaya untuk mengurai penumpukan calon penumpang khususnya kendaraan roda empat atau lebih di pelabuhan maupun di jalan raya.
Saat ini, pihaknya mengambil kebijakan untuk membatasi akses sementara penjualan tiket online dalam aplikasi.
“Menyikapi kondisi ini kami mengutamakan kenyamanan masyarakat, jadi dalam beberapa waktu ke depan kami mengendalikan penjualan tiket. Kami kendalikan, kami tidak tutup tapi kami kendalikan,” jelasnya General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang – Gilimanuk, Syamsudin.
Meski demikian, hanya beberapa golongan kendaraan yang akses pembelian tiketnya dibatasi maupun disetop dalam aplikasi Ferizy itu. Menurut Syamsudin, hanya tiket golongan VII atau lebih yang tidak dapat dipesan melalui aplikasi tersebut.
“Tujuannya agar kendaraan yang ada di luar bisa terurai dengan cepat. Dan apabila ini bisa terurai, ini situasional sifatnya. Jadi nanti secara perhitungan sudah tepat nanti akan kita lakukan perubahan lagi,” katanya.
Baca Juga: Banyuwangi Macet, Tunda Liburan ke Bali
Syamsudin menegaskan langkah yang dilakukan hanya demi kenyamanan bagi para pengguna jasa penyeberangan. Lebih dari itu, warga sekitar pelabuhan juga segera dapat beraktivitas tanpa adanya gangguan kemacetan.
“Perubahan itu intinya hanya untuk bagaimana kendaraan bisa tertarik dan masyarakat juga merasa nyaman ketika menuju pelabuhan Ketapang,” tegasnya.
Saat ini, antrean kendaraan yang akan masuk dari arah Situbondo ke Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang, Banyuwangi mencapai 13 KM. Ekor antrean kendaraan saat ini berada di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya antrean ini. Di antaranya, jumlah calon penumpang atau animo masyarakat yang akan menuju Pulau Bali. Ditambah, cuaca buruk berupa hujan dan gelombang tinggi membuat aktivitas penyeberangan terganggu termasuk adanya perbaikan satu dermaga di dua sisi pelabuhan. (rin/ted)






