Malang (beritajatim.com) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Negeri Malang (LPPM UM) bersama pemerintah Desa Padusan, kecamatan Pacet, Mojokerto meluncurkan laboratorium alam.
Laboratorium alam mengadopsi konsep laboratorium sebagai ruang pengembangan dan penelitian keilmuan dengan memanfaatkan kekayaan alam, sejarah dan budaya yang berada di desa.
Laboratorium akan berada di Desa Padusan, tepatnya di kaki Gunung Welirang. Kawasan itu punya potensi alam salah satunya sumber air panas yang menjadi ikon pariwisata desa. Selain itu, ada Bukit Krapyak dan Puthuk Puyang yang punya keragaman flora dan fauna.
Kepala Pusat Ekonomi, Humaniora, dan Pariwisata LPPM UM, Dr. Grace Tjandra Leksana, S.Psi., M.A. menjelaskan LPPM UM sudah mempunyai perjanjian kerja sama dengan desa ini sejak akhir 2021 lalu. Namun karena kendala pandemi, peluncuran laboratorium alam baru bisa terlaksana hari ini, Kamis (6/7/2023).
Menurutnya. Desa Padusan punya beragam kekayaan budaya dan sejarah yang menarik. Beberapa diantaranya kesenian Bantengan, tradisi sedekah desa, berbagai situs tinggalan masa Majapahit akhir, situs masa kolonial (Badhotel Padusan, waduk, villa masa kolonial), Goa Jepang, dan monumen perjuangan Kapten Soemadi.
“Desa Padusan juga punya potensi kuliner lokal seperti beragam olahan buah bit, olahan labu kuning atau waluh, ketela ungu, serta minuman khas bernama badheg. Seluruh keragaman inilah yang mendorong pembuatan laboratorium alam di desa ini,” kata Dr. Grace Tjandra.
Baca Juga: Orsentry, Inovasi Shampo Merang Padi Karya Mahasiswa UM Malang
Laboratorium alam ini diharapkan mendorong akademisi maupun praktisi dari lintas disiplin untuk melakukan penelitian dan pengembangan keilmuan. Meskipun digagas oleh LPPM UM dan desa Padusan, penggunaannya diperuntukkan untuk masyarakat umum dan tidak terbatas pada sivitas akademika UM saja.
“Kedepannya, laboratorium ini akan menjadi sarana edukasi dalam bentuk taman edukasi atau EduPark UM-Padusan berbasis lingkungan, sosial, dan budaya,” tuturnya.
Kepala Desa Padusan, Hj. Iriani Mualifah mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kerjasama antara UM dengan Desa Padusan sebagai laboratorium alam untuk kegiatan penelitian dan pengabdian para akademisi UM. Desa yang dibidik UM ini termasuk 69 desa mandiri hasil Pemutakhiran Indeks Desa Membangun (IDM) kabupaten Mojokerto tahun 2022 dan mendapat penghargaan dari pemerintah Kabupaten Mojokerto.
“Mudah-mudahan dengan diluncurkannya laboratorium pendidikan ini bisa mengeksplorasi kekayaan alam yang ada di Desa kami untuk kegiatan pembelajaran para akademisi UM,” imbuhnya.
Acara peluncuran dan peresmian Laboratorium Alam dihadiri perangkat desa beserta organisasi masyarakat terkait. Dari pihak UM hadir Wakil Rektor III UM bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Inovasi, Dr. Ahmad Munjin Nasih, M.Ag, Ketua LPPM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., Sekretaris LPPM, Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., para Kepala Pusat dan tim pengembang.

Dr. Ahmad Munjin Nasih, menuturkan laboratorium alam bagian penting bagi proses pendidikan. Ia berpesan untuk dapat dimanfaatkan pengembangan pembelajaran berbagai disiplin ilmu di UM.
“Dosen dan mahasiswa pasti memerlukan laboratorium untuk pengembangan keilmuannya. Nah lab alam ini bisa dimanfaatkan bagi prodi-prodi yang membutuhkan. Saya membayangkan nanti di sini dapat dimanfaatkan bagi prodi geografi, biologi, sejarah dan lainnya,” ujar WR III UM ini.
[berita-terkait number=”2″ tag=”UM-Malang”]
Dosen Departemen Sastra Arab FS UM ini mengharapkan adanya konsep ekonomi kreatif yang semakin berkembang di Desa Padusan. Selain itu bisa menjadi destinasi pembelajaran bagi siswa dan mahasiswa, serta dosen yang memerlukan pembelajaran berkonsep alam.
“Desa ini berkembang sangat luar biasa. Berkat kinerja Kades dan perangkatnya, Desa Padusan dinobatkan sebagai desa mandiri. Semoga ini menular kepada desa-desa yang lain yang belum mandiri,” tuturnya.
Pengelolaan Laboratorium Alam ini akan dilakukan secara kolaboratif antara Desa Padusan dengan Pusat Ekonomi, Humaniora, dan Pariwisata LPPM UM. Dengan peluncuran ini, maka Desa Padusan menjadi laboratorium alam pertama di Kabupaten Mojokerto yang digagas bersama UM. (dan/ted)






