Lamongan (beritajatim.com) – Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) 2023 digelar di Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan. Beragam kitab kuning (turats) dilombakan dalam acara ini dan terbagi dalam 3 marhalah atau tingkatan.
Adapun 3 marhalah tersebut yaitu marhalah ula, marhalah wustha dan marhalah ulya dengan kategori peserta perorangan (putra dan putri).
Kemudian masing-masing marhalah itu terbagi lagi dalam beberapa majelis seperti fiqh, nahwu, akhlaq, tarikh, tauhid, tafsir, hadis, ushul hadis dan lainnya.
“MQKN merupakan jenis lomba yang bertujuan untuk menggali kemampuan santri dalam membaca, menerjemahkan dan memahami kitab kuning,” ungkap Nur Halim, Ketua Pelaksana Lokal dari Pesantren Sunan Drajat, Kamis (6/7/2023).
Untuk peserta, ujar Halim, merupakan santri aktif di pesantren yang terdaftar pada Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama.
“Marhalah ula adalah santri yang berusia di bawah 15 tahun per tanggal 31 Juli 2023, lalu marhalah wustha dan ekshibisi Lalaran al-Amtsilah at-Tashrîfiyah usianya di bawah 18 tahun, serta untuk marhalah ulya, debat bahasa arab, bahasa inggris dan ekshibisi Lalaran Nazham Alfiyah Ibnu Mâlik usianya di bawah 21 tahun,” terangnya.
Sedangkan untuk maqra atau daftar teks kitab kuning yang akan dibaca oleh peserta itu disiapkan dan ditentukan oleh Dewan Hakim, maksimal 24 jam sebelum pelaksanaan MQK sesuai marhalah dan mejelisnya.
Selain itu, pemilihan maqra oleh peserta dilakukan melalui undian sebelum peserta naik mimbar MQK. Maqra yang telah dipilih oleh peserta ini pun tidak bisa ditukarkan dengan peserta lain.
“Kriteria penilaiannya meliputi 3 aspek, yaitu bacaan (bunyi) maqra berupa fashahah (kejelasan pelafalan huruf, kefasihan dan intonasi), bentuk sharf dan harakat i’rab, kemampuan menerjemah dan memahami kandungan makna,” bebernya.
“Serta kedalaman analisis maqra dan kontekstualisasi terhadap isu-isu kontemporer yang relevan dengan pendekatan historis, sosiologis, maupun filosofis,” imbuhnya.
Ditegaskan oleh Halim, MQKN ini digelar melalui 2 tahap. Pertama, penyisihan yang akan diikuti oleh seluruh peserta yang dinyatakan lolos oleh tim keabsahan. Kedua, final yang diikuti 12 peserta terbaik yang terdiri dari 6 peserta putera terbaik dan 6 peserta puteri terbaik untuk masing-masing majelis.
“Setiap peserta disediakan waktu tampil sekitar 12 menit, dengan rincian maksimal 6 menit pertama untuk membaca maqra, dan selebihnya untuk menjawab pertanyaan dewan hakim,” paparnya.
Adapun beberapa kitab yang dilombakan adalah sebagai berikut :
1. Marhalah Ula
(Fiqh) Matn Safînah an-Najâ, karya Sâlim Samîr al-Hadlary, (Nahwu) Matn al-Âjurrûmîyah karya Abu Abdillâh Muhamad ash-Shanhâjî, (Akhlak) Washâyâ al-Âbâ li al-Abnâ’ karya asy-Syaikh Muhammad Syâkir, (Tarikh) Khulâshah Nûr al-Yaqîn karya ‘Umar ‘Abd al-Jabbâr, (Tauhid) Aqîdah al-‘Awâm karya Ahmad Muhammad al-Marzûqi al-Mâliki.
2. Marhalah Wustha
(Fiqh) Fath al-Qarîb al-Mujîb fî Syarh Alfâzh at-Taqrîb karya Abû Abdillâh Syams ad-Dîn Muhammad Qâsim Al-Ghazziyy, (Nahwu) al-‘Imrîthî karya Syarf ad-Dîn Yahyâ al-‘Imrîthî, (Akhlak) Âdâb al-’Alim wa al-Muta’allim, Karya Hadlratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari.
(Tarikh) Nûr al-Yaqîn fî Sîrah Sayyid al-Mursalîn karya asy-Syaikh Muhammad al-Khudhari Bik, (Tafsir) Tafsir al-Jalâlain karya Jalâl ad-Dîn al-Mahalliy dan Jalâl ad-Dîn as-Suyûthiy, (Hadis) Al-Majâlis al-Saniyah fil al-Kalam ’ala Arba’in An-Nawawiyah / Syarh Kitab al-Arba’in An-Nawawi karya Syaikh Ahmad bin Hijazi Al Fasyani.
(Ushul Fiqh) Syarh Waraqat karya Jalaluddin al-Mahalli, (Tauhid) Risâlah Ahl as-Sunnah Wa al-Jamâ’ah karya K.H. Hasyim Asy’ari.
3. Marhalah Ulya
(Fiqh) Fath al-Mu’în bi Syarh Qurrah al-‘Ain bi Muhimmât ad-Dîn karya Ahmad Zain al-Dîn al-Malîbârî dan Al-Muhadzdzab Karya Imam Abû Ishâq as-Syairâzî, (Nahwu) Syarh Ibn ‘Aqîl ‘alâ Alfîyah Ibn Mâlik karya Bahâ’ ad-Dîn Abdullâh Ibn ‘Aqîl, dan Jâmi’ al-Durûs, karya Syekh Mushthafâ al-Ghulâyaynî.
(Akhlak) Minhâj al-’Âbidîn karya Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali dan Hikam karya Imam Ibn ‘Athâillâh as-Sakandarî, (Tarikh) Ar-Rahîq al-Makhtûm, karya Safî ar-Rahmân Mubârakfûrî dan Fiqh as-Sirah karya Syekh Ramadhan Al-Buthi.
(Tafsir) Marâh Labîd li Kasyf Ma’nâ al-Qur’ân al-Majîd karya asy-Syaikh Muhammad ‘Umar Nawawi al-Jâwî dan Tafsîr al-Qur’ân al-’Azhîm karya Ibn Katsîr, (Ilmu Tafsir) Al-Itqân Fî Ulûm al-Qur’ân karya Jalâl ad-Dîn as-Suyûthiy dan Manâhil al-’Irfân karya al-Zarqânî.
(Hadis) Riyadh ash-Shalihin Karya Syeikh Imam Nawawi dan Al-Adzkâr an-Nawawiyah Karya al-Nawawi, (Ilmu Hadis) Manhaj Dzawî an-Nazhar Syarh Mazhûmah al-Atsar, karya Syekh Mahfud Termas dan Taysîrm Mushthalah al-Hadîts karya Mahmûd Thahhân
(Ushul Fiqh) Lub al-Ushul karya Syaikh Zakariya al-Anshariy dan Tharîqatul Hushûl ‘ala Ghâyat al-Wushûl / Ta’lîqât Lubb al-Ushûl karya Kiai Sahal Mahfuzh Balaghah Al-Jauhar al-Maknûn, karya Abdar Rahmân Shaghîr Al-Akhdlariy dan Husnus-Shiyâghah karya Syekh Yasin ibn Isa al-Fadani.
(Tauhid) Syarh Umm al-Barâhîn li as-Sanûsiy karya asy-Syaikh as Sanûsiy dan Al-Hushûn al-Hamîdiyah karya Syekh Husain Afandi. [riq/nap]






