Lamongan (beritajatim.com) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bekerjasama dengan Induk Perkumpulan Petani Penakai Air (IP3A) Tirto Rejo Bengawan Jero melakukan pengerjaan dan perbaikan terhadap gorong-gorong Sluis Palangan, Karangbinangun, Lamongan.
Pengerjaan ini dilakukan lantaran gorong-gorong di sluis setempat mengalami amblek sepanjang 30 meter. Ambleknya sluis itu juga bisa mengakibatkan lahan sawah milik petani sekitar terancam gagal panen.
“Gorong-gorong sepanjang 30 meter di Sluis Palangan Karangbinangun amblek, sehingga saluran irigasi tersumbat. Keberadaan sluis ini sangat penting, karena berfungsi sebagai sarana pelayanan irigasi untuk lahan seluas 2.000 hektare,” Kata Petugas BBWS, Hamim Thohari, Rabu (5/7/2023).
Hamim menegaskan bahwa ambleknya gorong-gorong tersebut jika tidak segera ditangani bisa berdampak pada gagalnya panen para petani di sejumlah desa yang biasa mengakses pelayanan irigasi Sluis Palangan.
Baca Juga: Ketua Ansor Blitar Gabung, PDIP Jatim: Energi Baru untuk 2024!
“Para petani di sejumlah desa bisa terancam gagal panen, antara lain Desa Palangan, Desa Mayong, Desa Sugihwaras, Desa Tunjung mekar, Desa Sukorejo dan Desa Karanganom,” sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua IP3A Tirto Rejo, H. Moh. Khozin menuturkan bahwa pengerjaan gorong-gorong yang amblek itu sempat dilakukan pada tanggal 12 Juni 2023 lalu. Akan tetapi, kata Khozin, pengerjaan itu gagal.
“Ya, pada tanggal 12 Juni 2023, gorong-gorong tersebut sempat dilakukan upaya pengerukan secara manual oleh pihak TPOP PU SDA Provinsi, tapi gagal dan belum membuahkan hasil,” beber Khozin.
Kini, sambung Khozin, atas kordinasi yang dilakukan oleh IP3A Tirto Rejo dengan BBWS Bengawan Solo, maka gorong-gorong Sluis Palangan yang amblek itu pun bisa dilakukan pengerjaan dan diperbaiki.
Baca Juga: Klik Undangan Pernikahan Digital, Saldo Rp 1,4 Miliar Lenyap
Khozin juga membenarkan bahwa gorong-gorong yang amblek dan tersumbat itu membuat para petani sempat mengeluh karena kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian mereka.
“Saat ini proses pengerjaan gorong-gorong telah ditangani. Sehingga daerah-daerah yang selama ini dikenal sangat produktif di sektor pertanian ini tak khawatir terancam gagal panen,” ungkapnya.
Khozin berharap, upaya ini dapat menjaga dan meningkatkan hasil pertanian di sekitar Bengawan Jero Lamongan. Selain itu, juga mampu mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap menjadi momok masyarakat setempat.
Baca Juga: Pemenang Lomba Video KIM Diajak Kenalkan Potensi Kediri
“Semoga dengan upaya-upaya ini bisa meringankan persoalan-persoalan yang kerap menjadi momok bagi masyarakat di Lamongan, khususnya di kawasan Bengawan Jero,” harapnya. [riq/ian]






