Gresik (beritajatim.com) – Pameo berkarier di sepak bola profesional sambil menuntut ilmu di perguruan tinggi sulit terwujud. Hal itu tidak berlaku bagi Gardhika Arya bek Gresik United yang berusia 23 tahun.
Di usia yang masih sangat muda, pemain yang memiliki wajah baby face itu meraih sarjana S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Arya nama panggilannya menyelesaikan sarjananya 5 tahun. Anak kedua dari dua bersaudara ini bisa membagi waktu antara latihan sambil berkuliah di perguruan tinggi negeri.
Bagi Arya keberhasilan meraih sarjana S1 merupakan kebahagiaan tersendiri. Pasalnya, sejak berkarir di sepak bola membagi waktu latihan, dan menuntut ilmu di kampus harus dijalani bersama. “Saya ingin membahagiakan orang tua, selain berkarir di sepak bola. Meraih sarjana juga menjadi impian,” ujarnya, Rabu (5/7/2023).
Dirinya menyadari tidak mudah membagi waktu sebagai pemain sepak bola sekaligus menuntut ilmu. Namun, berkat tekad dan kerja keras impian tersebut mampu diraih. “Sempat telat 1 tahun, seharusnya bisa diselesaikan 4 tahun. Kendalanya ada dosen yang mengerti profesi saya tapi ada juga yang tidak mau tahu. Makanya ada mata kuliah yang harus diulang,” ungkapnya sambil tersenyum.
Saat ini bek yang memperkuat Gresik United sejak liga 3 tersebut masih menyelesaikan proses yudisium sebelum diwisuda. Dalam waktu tidak lama lagi, sarjana pendidikan atau S.Pd melekat di namanya.
Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ghardika Arya berencana melanjutkan cita-citanya lagi mendaftar TNI melalui perwira karir. Dipilihnya TNI karena ingin melanjutkan karir seperti ayahnya. “Ayah saya berdinas di TNI AU sebentar lagi mau pensiun. Sambil bermain bola saya juga ingin berkarier di TNI,” pungkasnya. [dny/kun]
BACA JUGA:






