Bojonegoro (beritajatim.com) – Kebutuhan tenaga pendidik atau guru di Kabupaten Bojonegoro masih cukup tinggi. Untuk melengkapi kekurangan guru tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berencana membuka pendaftaran untuk formasi guru pada 2023.
“InsyaAllah Pemkab Bojonegoro tahun 2023 ini akan membuka pendaftaran PPPK guru sebanyak 1.894 formasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Bojonegoro Nursujito, Rabu (05/07/2023).
Menurutnya, kebutuhan pendidik dari tenaga profesional baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tahun 2023 ini sebanyak 7.672 pendidik. Namun, jumlah tersebut belum terpenuhi sepenuhnya.
“Perhari ini pendidik yang ada itu adalah 3.633 pendidik, sehingga kurangnya adalah 4.309 pendidik. Jadi antara yang kurang dan yang tersedia banyak kurangnya,” katanya.
Pada tahun 2022, Pemkab Bojonegoro membuka formasi PPPK sebanyak 3.942 tenaga pendidik sebagai upaya untuk mencari pendidik yang profesional yakni memastikan kesejahteraan para pendidik. Hal ini dimaksudkan agar para pendidik dapat mencurahkan sepenuhnya perhatian untuk anak didik.
“Dari 3.942 itu, yang lolos seleksi hanya 2.182 tenaga pendidik. Jadi masih ada 1.800 calonnya yang masih belum terpenuhi,” terangnya.
Baca Juga: Merger SDN 2 dan 3 Sumberrejo Bojonegoro Tetap Dilakukan pada Tahun Ajaran Baru 2023
Sehingga dengan adanya kekurangan tenaga pendidik tersebut, Diknas Kabupaten Bojonegoro melakukan merger bagi setingkat sekolah dasar yang masih kekurangan guru dan murid. Merger tahun ini dilakukan kepada sebanyak 13 sekolah.
Sekolah yang dimerger berada pada satu desa yang jaraknya tidak lebih dari 1 kilometer. Seperti halnya juga di SDN Sumberrejo 2 dan 3. Namun, proses merger sekolah tersebut ditentang oleh sejumlah wali murid.
Jumlah tenaga pendidik di SDN 2 Sumberrejo saat ini sebanyak 3 PNS dan 3 GTT. Sedangkan di SDN 3 Sumberrejo hanya ada 1 PNS, 1 PPPK dan 4 GTT. Selain kekurangan tenaga pendidik, jumlah siswa juga belum terpenuhi, yakni kurang 28 siswa dan 27 siswa.
Melihat kondisi tersebut, beberapa hal yang menjadi pertimbangan Dinas Pendidikan untuk menentukan SDN 2 Sumberrejo sebagai induk. Diantaranya adalah letak kekuatan bangunan yang dianggap lebih baik. Selain itu dalam P-APBD 2023 sekolah tersebut rencananya juga akan diusulkan untuk mendapat rehab gedung. [lus/ted]






