Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Aji Santoso menyoroti perubahan kualitas wasit Liga 1 musim kompetisi 2023/2024. Dia menilai kualitas wasit berubah cukup signifikan.
Ini terlihat sejak pertandingan perdana hingga beberapa pertandingan selama di pekan pertama Liga 1 2023/2024. Apalagi ketika Persebaya Surabaya berhadapan dengan Persis Solo di Stadion Mahanan Surakarta pada Sabtu (1/7/2023).
Menurut pelatih asal Kepanjen, Malang ini memang perlu ada perubahan dan harus ditingkatkan supaya ada perubahan dalam sepak bola Indonesia saat ini.
Kepemimpinan wasit saat ini cukup tegas. Aji mengatakan, seharusnya para wasit tidak perlu khawatir dengan adanya protes dari tim yang bertanding selama memberikan keputusan yang benar dan serius.
Mungkin, kata Aji, ini baru pertama kali wasit menjalankan tugasnya cukup tegas dari pertandingan pertama jika dibanding dengan musim lalu.
Baca Juga:
Jadwal Home Dikabulkan LIB, Persebaya Akan Bermain Sore di Stadion GBT
“Baru kali ini wasit kepemimpinan dari pertandingan pertama sampai pertandingan Persija kemarin saya lihat sangat tegas kalau kurang sedikit sebagai manusia wajar tapi yang terpenting wasit menjalankan tugasnya sesuai dengan aturannya,” ungkap Aji.
Kualitas wasit dengan perubahan yang baru saja dilakukan oleh federasi ini memang ada peningkatan dan hal ini perlu disuport apalagi mereka menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang telah diberikan mereka ketika menjalani lisensi sebelum liga 1 bergulir.
Di akhir Juni 2023 lalu, Ketua Umum PSSI Erick Tohir mengumumkan jumlah wasit yang bertugas di kompetisi Liga Indonesia, sebanyak 18 wasit bertugas di BRI Liga 1.
“Saya sempat melihat pertandingan pertama dan beberapa kali ini bagus harus di tingkatkan dan di suport kalau nanti memang bagus berarti kualitas wasit kita semakin bai,” imbuhnya.
Baca Juga:
Persebaya Benahi Lini Depan dan Belakang Jelang Lawan Barito Putra
Sebelumnya Persebaya Surabaya mendapatkan hadiah penalti di menit ke-29 usai Arief Catur Pamungkas dijatuhkan oleh Gianluca Pandeynuwu di dalam kotak penalti.
Bahkan di penghujung babak kedua, penyerang Persis Solo, David Gonzalez alias Roni dijatuhkan oleh Arief Catur tepat di garis kotak penalti Persebaya.
Pelanggaran itu berbuah tendangan bebas, sementara pemain Persis Solo nampak kecewa dengan keputusan tersebut karena menganggap timnya layak diberi hadiah penalti. [way/beq]






