Sumenep (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan dermaga di Pelabuhan Dungkek dan Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, Selasa (4/7/2023). Dua dermaga ini akan membuka akses ekonomi bagi Sumenep, juga pariwisata.
“Pembangunan dermaga ini adalah bukti kecintaan kami, bukti layanan terbaik kami pada masyarakat Kepulauan Sumenep,” kata Khofifah.
Khofifah bercerita, sekitar 6 atau 7 tahun lalu saat dia berkunjung ke Pulau Giliyang di sore hari sulit untuk mendapatkan tempat sandar perahu hingga ke tepi. Kebetulan kondisi air laut sedang surut.
“Akhirnya kami harus nyebur ke laut karena perahu tidak bisa merapat ke tepi. Ini membuat kami berpikir begitu pentingnya dibangun dermaga yang memadai di Pulau Giliyang,” ujarnya.
Baca Juga:
Usai Libur, Khofifah: 740 ASN Tak Masuk, 53 Tanpa Keterangan
Selain itu, ia juga mengisahkan pernah melihat proses pengiriman sapi dari Pulau Sepudi dengan perahu. Sapi harus didorong hingga ke tengah laut karena perahu tidak bisa merapat.
“Saya jadi teringat prinsip animal welfare (kesejahteraan hewan). Kasihan sekali sapinya harus didorong-dorong seperti itu. Harusnya ada kemudahan akses pengiriman sapi, agar tidak ada perlakuan seperti itu. Nah, ini tentu saja butuh dermaga yang memadai,” paparnya.
Ia mengaku bersyukur akhirnya Dermaga Dungkek dan Giliyang ini selesai dibangun. Diharapkan dermaga yang baru diresmikan ini bisa mempermudah akses ekonomi, pendidikan, hingga pariwisata.
“Pulau Giliyang ini anugerah luar biasa dari Allah. Pulau dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia. Jadi di pulau Giliyang ini, sangat cocok untuk wisata kesehatan. Dengan dermaga baru ini, diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumenep,” ucapnya.
Baca Juga:
Khofifah Usul Koleksi Narasi Pemikiran di Rumah Fatmawati
Sementara Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Yayak Nurwahyudi dalam laporannya menyebutkan, revitalisasi pembangunan Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang menggunakan dana Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp60 miliar.
“Rinciannya, untuk revitalisasi pembangunan Pelabuhan Dungkek sebesar Rp41,65 miliar. Sedangkan untuk pembangunan Pelabuhan Giliyang sebesar Rp17,79 miliar,” ungkapnya. [tem/beq]






