Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menurunkan Patriot-patriot Merah Putih untuk mengabdikan diri di desa. Pengabdian kali ini dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode Semester Genap Tahun 2022/2023. Tema yang diusung adalah Penguatan Ikon Desa Berbasis Potensi Lokal.
Sebanyak 1.124 mahasiswa yang telah digembleng menjadi Patriot Mengabdi dilepas ke 35 desa di 5 kecamatan Kabupaten Mojokerto. Upacara pelepasan itu dilaksanakan di Lapangan Parkir Utara Untag Surabaya, Senin (3/7/2023).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Aris Heri Andriawan mengatakan bahwa program kali ini bermaksud membantu desa mampu memberdayakan potensi-potensi desa. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pada program KKN kali ini pihaknya fokus pada Kabupaten Mojokerto.
“Kami berharap berharap seluruh program yang telah dirancang oleh seluruh kelompok dapat dilaksanakan dengan sepenuh hati. Agar ouput yang dihasilkan dapat memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat, nusa dan bangsa,” ujar Aris.
Lebih jauh, Aris menjelaskan bahwa tema KKN periode ini memiliki tujuan jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan desa dan perekonomian masyarakat desa, yaitu dengan pemberdayaan potensi-potensi lokal yang khas yang dapat menjadi identitas desa tersebut.

Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti mangatakan, patriot menggambarkan seseorang yang mencintai negara, bangsa dan tanah airnya. Jiwa siap berkorban dan pantang menyerah itulah yang juga harus melekat pada diri mahasiswa Untag Surabaya.
“Lakukanlah pengabdian dengan membawa jiwa patriot agar kalian bisa dicintai oleh masyarakat,” tutur Subekti.
Subekti menambahkan, saat ini masyarakat pedesaan sudah melek teknologi sehingga itu menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan untuk bisa beradaptasi.
“Mereka sudah mengenal dunia digital, seluruh informasi bisa diakses melalui media sosial. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk dapat menyesuaikan diri dengan tingkat pengetahuan dan kondisi masyarakat desa,” sambung dia.
BACA JUGA:
11 Mahasiswa Amerika Belajar Budaya di Untag Surabaya
Sementara Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho mengapresiasi KKN tahun ini. Menurutnya dari tahun-tahun sebelumnya, KKN Untag Surabaya selalu ditunggu masyarakat. Artinya Untag Surabaya dicintai masyarakat, karena program-programnya yang sesuai dengan kebutuhan desa.
“Dengan membawa nama almamater, kiranya Patriot Merah Putih dapat menjaga tindak tanduknya. Karena kalian adalah Patriot Merah Putih yang akan terus menggaungkan nama Untag Surabaya. Sehingga perilaku baik harus terus dipertahankan. Ketika sudah terjun di lapangan nanti lakukan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto,” tutur Guru Besar Ilmu Ekonomi itu. [but]






