Jember (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuka layanan sembilan poliklinik. RS ini menerima pasien umum dan pasien dengan asuransi non-BPJS mulai hari ini, Senin (3/7/2023).
Sembilan poliklinik itu adalah poliklinik spesialis bedah, spesialis obgyn, spesialis interna, spesialis anak, spesialis syaraf, spesialis THT, spesialis paru, spesialis gigi, dan klinik umum. Sementara fasilitas pelayanan rawat inap RSU Unmuh Jember terdiri dari VVIP, VIP, Kelas 1, isolasi, anak, ICU dan PICU, bayi dan NICU, serta fasilitas untuk bedah dan non-bedah dengan total 101 tempat tidur.
“RSU Unmuh Jember yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi, Kranjingan, Sumbersari ini merupakan rumah sakit tipe C yang menyediakan pelayanan dasar dan penunjang, termasuk laboratorium, radiologi, dan ICU,” kata Direktur RSU Unmuh Jember Bambang Indra, sebagaimana dilansir Humas Unmuh Jember.
Indra menegaskan, RSU Unmuh Jember siap berkontribusi dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka tengkes dan TBC.
Rektor Unmuh Jember Hanafi mengatakan, rumah sakit itu telah dibangun melalui proses yang tidak mudah. Maka seluruh pemangku kebijakan dan pegawai rumah sakit ini harus memegang teguh disiplin dan kebaikan. “Hal ini sejalan dengan motto RSU Unmuh Jember, yaitu “Layananku, Ibadahku, Tulus Sepenuh Hati,” katanya.
Hanafi berpesan agar motto tersebut menjadi semangat bagi seluruh tim di rumah sakit. “Jadikanlah profesimu sebagai bukti bahwa kita beribadah melalui syukur, menyebarkan kebaikan, dan menyatakan keimanan,” katanya.
Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah adalah rumah sakit ke-121 yang diresmikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (11/3/2023). Rumah sakit ini dibangun sejak 3 April 2021 dan diresmikan bertepatan pada usia 42 tahun Universitas Muhammadiyah Jember. Luas bangunannya 17.547 meter persegi. Ada 63 tenaga media, lima orang paramedis, dan 25 orang tenaga non medis yang bekerja di rumah sakit tersebut.
“Rumah sakit ini pada awalnya agak muluk-muluk ingin dibikin empat lantai dan ingin langsung tipe B. Begitu merasakan rumit dan berat, akhirnya kami ambil keputusan tiga lantai dan bertipe C dengan 101 tempat tidur,” kata Hanafi saat peresmian medio Maret lalu. [wir]






