Ponorogo (beritajatim.com) – BPBD Ponorogo melakukan inventarisir bangunan yang terdampak gempa bumi Kabupaten Bantul Yogyakarta pada Jumat (30/6) malam. Data dari BPBD Ponorogo, ada 8 bangunan di wilayah bumi reog yang terdampak. Dampaknya pun ada yang dalam kategori rusak berat, sedang, dan ringan.
“Bangunan yang kondisi rusak berat ada 2 lokasi, yakni di Kelurahan Paju Kecamatan Kota dan di Desa Nambangrejo Kecamatan Sukorejo,” kata Kalaksa BPBD Ponorogo Sapto Djatmiko, Sabtu (01/06/2023).
Bangunan yang terdampak dan mengalami rusak berat di Kelurahan Paju milik Mbah Ndirun (80). Dinding rumahnya mengalami roboh saat terjadinya getaran gempa dengan kekuatan Magnitudo 6.4 tersebut. Memang sebagian dindingnya masih berdiri, namun kondisinya sudah memprihatinkan. Ada dinding yang sudah dalam kondisi miring, sehingga sangat berbahaya untuk ditinggali lagi.
“Penghuni rumah sementara diungsikan ke tempat saudaranya yang lebih aman rumahnya,” kata mantan Kepala Disbudparpora tersebut.
Sementara rusak berat yang kedua berada di Desa Nambangrejo Kecamatan Sukorejo. Meski bangunannya roboh, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Sebab, bangunan yang roboh karena gempa itu untuk menyimpan barang persewaan seperti tenda dan kursi.
“Untuk rusak berat di Desa Nambangrejo itu, yang roboh bangunan untuk menyimpan peralatan persewaan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Sebab, rumah pemilik bangunan yang ditinggali tidak terdampak,” katanya.
Baca Juga: Dinding Roboh Akibat Gempa, 2 Lansia di Ponorogo Diungsikan
Sementara bangunan yang terdampak dalam kategori sedang hingga ringan, meliputi gedung terpadu 4 lantai milik Universitas Darusalam (Unida) Gontor. Terdapat beberapa titik retakan pasca gempa bumi Bantul Yogyakarta itu. Arah retakan pun secara horizontal dan vertikal, memanjang mengikuti arah sambungan antara tembok bangunan dengan beton. Untuk panjang retakan bervariasi. Paling banyak retakan di lantai satu dan lantai dua. Tidak hanya retakan, juga ada beberapa ruangan yang plafonnya jatuh ke lantai.
Plester dinding yang jatuh karena gempa terjadi di salah satu masjid yang ada di Desa Ringinputih Kecamatan Sampung. Kemudian bangunan rumah dengan dampak rusak ringan dengan dinding retak atau plester dinding rontong terjadi di 3 lokasi rumah di Desa Gajah Kecamatan Sambit, dan ada 1 rumah yang berada di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung.
“Salah satu gedung di UNIDA Gontor juga terdampak gempa bumi Bantul Yogyakarta. Ada beberapa bagian tembok yang retak,” pungkasnya. (end/ted)






