Jambi (beritajatim.com) – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti terus melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk melanjutkan perjuangannya. Kali ini, ia mengajak kader Pemuda Pancasila di Provinsi Jambi untuk mendorong terbentuknya konsensus nasional guna kembali ke sistem bernegara sesuai dengan rumusan para pendiri bangsa.
Sistem yang dimaksud adalah sistem Demokrasi Pancasila dan Ekonomi Pancasila yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Penjelasannya. Sistem ini merupakan sistem asli Indonesia yang tidak mengacu pada sistem Liberal Barat atau Komunisme di Timur.
LaNyalla menyatakan bahwa sistem ini akan memperkuat posisi rakyat sebagai pemilik kedaulatan dalam negara kita. Dengan demikian, bangsa ini akan semakin kuat karena rakyat memiliki hak untuk ikut menentukan arah perjalanan bangsa.
Dengan menerapkan sistem Demokrasi Pancasila dan Ekonomi Pancasila, LaNyalla optimistis bahwa tujuan dan cita-cita negara yang tercantum dalam Naskah Pembukaan Konstitusi, yaitu melindungi seluruh bangsa Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam menjaga ketertiban dunia, dapat tercapai. Hal ini akan mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
LaNyalla menjelaskan bahwa sistem bernegara yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa adalah sistem yang dapat mencakup dan mewadahi semua elemen bangsa sebagai representasi seluruh rakyat. Rakyat akan memiliki tolok ukur dan saluran dalam mekanisme ketatanegaraan.
Baca Juga:
LaNyalla: Utusan Daerah di MPR Berbasis Pemilik Wilayah
Menurut LaNyalla, hal ini penting karena sejak Era Reformasi, negara telah melakukan empat tahap amandemen konstitusi pada tahun 1999-2002. Amandemen tersebut tidak lagi mencerminkan Pancasila dalam isi Pasal-Pasal Undang-Undang Dasar hasil amandemen tersebut. Sebaliknya, sebagian besar pasal yang telah diubah (sebanyak 95 persen) justru mengadopsi ideologi Liberalisme dan Individualisme sebagai landasan ekonomi kapitalistik.
Akibatnya, Indonesia menjadi semakin tidak siap menghadapi tantangan dunia masa depan yang semakin kompleks dan tidak pasti. Hal ini terjadi karena lemahnya kedaulatan negara dan kelemahan ekonomi negara dalam mempersiapkan ketahanan di sektor-sektor strategis.
LaNyalla melanjutkan bahwa saat ini negara-negara di dunia sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan berdasarkan keunggulan kompetitif atau komparatif yang dimiliki masing-masing negara. Perubahan dan ketidakstabilan global memaksa semua negara untuk memperkuat kedaulatannya. Untuk mencapai itu, diperlukan kerja sama, semangat kejuangan, sumbangsih positif, dan keterlibatan semua elemen bangsa tanpa terkecuali.
LaNyalla berpendapat bahwa untuk memperkuat kedaulatan negara, diperlukan sistem ketatanegaraan dan sistem bernegara yang lebih sempurna. Sistem tersebut adalah sistem bernegara yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa.
Baca Juga:
LaNyalla: Tidak Ada Alasan Tunda Bangun Bandara Bali Utara
Pendapat LaNyalla ini didukung oleh M Syukur, anggota DPD RI asal Jambi, yang menganggap penting bagi bangsa ini untuk kembali pada nilai-nilai Pancasila. Bagi Syukur, Pancasila bersama dengan UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika merupakan fondasi yang sudah final dan tidak boleh diganggu-gugat dalam gerak bangsa ini.
Adri, Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jambi, juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan empat pilar kebangsaan ini. Menurutnya, Pemuda Pancasila bertanggung jawab untuk menjaga hal ini dan tidak akan menyerah dalam memperjuangkan cita-cita bangsa sesuai dengan rumusan para pendiri bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD RI didampingi oleh Senator M Syukur (Jambi), Andi M Ihsan (Sulsel), dan Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin. Hadir juga Ketua MPW PP Provinsi Jambi, Adri, Sekretaris MPW PP Provinsi Jambi Taufan Junaidi, Bendahara MPW PP Provinsi Jambi M Ichsan, serta ratusan kader Pemuda Pancasila dari Provinsi Jambi. [beq]






