Blitar (beritajatim.com) – Museum PETA yang berada di Jalan Soedanco Soepriyadi Kota Blitar akan memperoleh tambahan koleksi alutsista. Yang terbaru Museum PETA Kota Blitar akan mendapatkan koleksi Tank Tempur dan Meriam hibah dari TNI AD.
Saat ini 2 alutsista tersebut masih proses pengiriman Mabes TNI AD dan diperkirakan akan tiba di Museum PETA Kota Blitar pada Sabtu (24/06/23) atau Minggu (25/06/23) besok.
“Iya akan ada tambahan 2 koleksi alutsista baru yang saat ini masih dikirim, tapi jelasnya dikirim dari mana saya kurang jelas tapi itu Hibah dari TNI AD,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Blitar, Edy Wasono, Jumat (23/06/23).
Alutsista berupa Tank tempur dan meriam ini merupakan hibah pinjam pakai dari TNI Angkatan Darat. Meski demikian Pemerintah Kota Blitar belum tahu pasti jenis dari 2 alutsista yang akan dihibahkan di Museum PETA.
Nantinya 2 alutsista tersebut akan ditempatkan di landasan sebelah timur depan museum PETA yang telah di bangun. Penempatan Tank Tempur dan Meriam ini pun akan dilakukan oleh petugas gabungan TNI AD dan Pemkot Blitar.
“Kalau jenisnya saya belum begitu jelas ya, tapi ada dua yang dihibahkan oleh TNI AD,” ucap Edy.
Dengan adanya tambahan Tank Tempur dan Meriam ini total sudah ada 5 alutsista yang berada di Museum PETA Kota Blitar. 5 Alutsista tersebut adalah 2 Tank tempur, 2 Meriam serta satu pesawat tempur jenis F-86 Sabre.
Meski belum dibuka untuk umum, diharapkan dengan adanya koleksi alutsista tersebut dapat menjadi daya tarik serta daya jual untuk mengenalkan Musem PETA ke masyarakat luas. Museum PETA Kota Blitar sendiri saat ini masih dalam tahap pengosongan bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai sekolah.
Baca Juga: Jalur Tambang Pasir di Blitar Ditanami Pohon Pisang
Total 4 sekolah yang menggunakan bangunan bersejarah yang rencananya digunakan untuk Museum PETA itu. 4 Sekolah tersebut adalah SMP Negeri 3,5,6 serta SMP 7 Kota Blitar.
Kini beberapa Pemerintah Kota Blitar telah melakukan relokasi sejumlah sekolah yang dulunya menempati bangunan bersejarah Museum PETA.
“Kami berharap ini bisa menjadi daya tarik dan daya jual Museum PETA ke masyarakat luas,” paparnya.
Musem PETA sendiri baru akan direnovasi pada tahun 2024 mendatang. Saat ini Pemkot Blitar masih melakukan perencanaan pemeliharaan bangunan.
Nantinya Musem PETA ini akan terintegrasi dengan 2 ikon wisata Kota Blitar lainnya yakni Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit serta Istana Gebang di kecamatan Sananwetan. Diharapkan Musem PETA ini bisa manjadi ikon baru wisata Kota Blitar.
Dengan begitu diharapkan tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Bung Karno Bisa meningkat drastis.
“Ini akan terintegrasi dengan Makam Bung Karno dan Istana Gebang, karena memang kalau dilihat secara historis kedua tokoh yakni Soeprijadi dan Bing Karno sering bertemu sebelum pemberontakan PETA,” tandasnya. (owi/ted)






