Bojonegoro (beritajatim.com) – Proses lelang penjualan kayu hasil penebangan pohon pengayom di enam titik pembangunan trotoar dan drainase yang ada di wilayah Kota Bojonegoro telah selesai. Dari enam paket penjualan kayu pohon pengayom itu, laku senilai Rp31.350.000.
Nilai tersebut dari pendapatan hasil penjualan di paket 1, Jalan Hasyim Ashari laku sebesar Rp4.500.000 dengan jumlah 26 pohon dengan volume 8,49 m³ dengan nilai limit penawaran sebesar Rp3.362.000. Kemudian paket 2 di Jalan Teuku Umar laku senilai Rp15.500.000 dari 335 pohon dengan volume 37,15 m³ dengan nilai limit penawaran Rp14.711.000.
Kemudian di paket 3, Jalan Pahlawan sebesar Rp7.500.000 dengan pohon 65 pohon dengan volume 13,03 m³ dengan nilai limit penawaran Rp5.160.000. Selanjutnya, paket 4 Jalan Dr Cipto laku senilai Rp2.100.000 dari penjualan 29 pohon sebesar 4,48 m³ dengan nilai limit Rp1.735.000.
Untuk paket 5 di Jalan Majapahit Timur dengan jumlah pohon 24 pohon dengan volume 1,72m³ dengan penawaran limit Rp681.000 dan dimenangkan dengan nilai Rp800.000. Dan paket 6 di Jalan Majapahit Barat dengan jumlah pohon 23 pohon, volume 2,16 m³ dengan nilai limit Rp855.000 dimenangkan dengan harga Rp950.000.
Salah satu pemenang lelang penjualan kayu pohon pengayom trotoar di enam titik yang ada di wilayah Kota Bojonegoro, Triasta May Fernandi mengatakan, kayu hasil lelang itu rencananya akan dipilah ulang. Setelah itu akan dimanfaatkan sebagai bahan kayu bakar. “Nanti untuk kayu bakar,” ujarnya, Kamis (22/06/2023).
Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Bakal Jual Pohon Pengayom yang Ditebang
Lelang kayu hasil pemotongan pohon pengayom di enam trotoar wilayah Kota Bojonegoro diikuti sebanyak enam peserta. Lelang dilakukan dengan sistem penawaran langsung dengan dipilih penawar tertinggi yang menjadi pemenang. Lelang dilakukan di ruang rapat Creative lantai 6 Pemkab Bojonegoro.
“Lelang ini dilakukan sesuai aturan untuk menghapus aset. Barang yang dilelang ini karena sudah siap,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro Luluk Alifah.
Lelang aset milik Pemkab Bojonegoro ini dilakukan setelah semuanya sudah siap. Untuk diketahui, dalam proses lelang langsung itu juga dihadiri oleh Dinas Perubahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup dan Inspektorat Bojonegoro. [lus/ted]






