Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan proyek pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) Gresik mendukung percepatan industri hilir. Hal ini ditegaskan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas saat mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Tony Wenas mengatakan, capaian pembangunan yang diraih hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan luar biasa pemerintah, mitra perusahaan, dan putra-putri terbaik bangsa, khususnya masyarakat Gresik.
“Nantinya smelter ini akan memungkinkan PTFI untuk mendukung percepatan pengembangan industri hilir, transformasi ekonomi nasional, serta agenda ekosistem kendaraan listrik,” katanya, Rabu (21/6/2023).
Seperti diketahui, pembangunan smelter PTFI menelan investasi sebesar Rp45 triliun. Setelah beroperasi, smelter ini akan mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produk 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600 ribu ton per tahun.
Baca Juga:
Progres Konstruksi PT Freeport Indonesia di Gresik Capai 61,5 Persen
Saat ini progres pembangunannya mencapai 72,5 persen dari target 74,27 persen di akhir Juni 2023.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengapresiasi proyek pembangunan smelter yang sudah on the track. Jokowi menyampaikan turunan dari hasil smelter ini akan terintegrasi menjadi barang jadi dengan ekosistem besar, salah satunya kendaraan listrik.
“Indonesia akan menjadi negara maju. Serta ke depan memiliki daya saing. Hal ini karena smelter merupakan pondasi untuk menjadi negara maju karena dari yang bertumpu pada konsumsi, sekarang bertumpu pada produksi,” ujarnya.
Baca Juga:
Perumda Giri Tirta Gresik Suplai Kebutuhan Air Freeport
Saat ini, lanjut dia PTFI, terus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang mencakup concrete beton smelter, instalasi baja, pembangunan jetty dan wharf pelabuhan, serta pembangunan fasilitas desalinasi.
“Pembangunan konstruksi fisik akan selesai pada akhir Desember 2023, kemudian akan melalui tahap pre-commissioning dan commissioning selama lima bulan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi tanpa kendala dan memulai kegiatan operasionalnya pada akhir Mei 2024,” pungkasnya. [dny/beq]






