Pamekasan (beritajatim.com) – Kapolres Pamekasan, AKBP Satria Permana mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak main hakim sendiri saat melihat suatu kejadian.
Hal tersebut disampaikan seiring dengan adanya peristiwa pembacokan yang mengakibatkan korban jiwa di Desa Tampojung Pregi, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (17/6/2023) lalu.
Baca Juga: Selingkuh, Jadi Motif Pembacokan Warga Sumenep di Pamekasan
Bahkan pihaknya juga meminta jika masyarakat melihat suatu kejadian agar langsung segera melapor ke petugas terdekat, semisal Polsek atau Polres Pamekasan, serta Bhabinkamtibmas Desa setempat.
“Jika ada peristiwa seperti ini, bisa juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat atau kepala desa untuk bisa bersama-sama menyelesaikan persoalan, kata Kapolres Pamekasan, AKBP Satria Permana, Senin (19/6/2023).
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar dapat menahan diri serta tidak bermain hakim sendiri mengatasi suatu persoalan.
Baca Juga: Sembunyi Kondisi Telanjang di Lemari Istri Orang, F Dibunuh Warga Pamekasan
“Jadi kami mengimbau masyarakat agar menahan diri dan jangan langsung main hakim sendiri, bila ada peristiwa yang justru berakibat pidana bagi pelaku yang melakukan hal itu,” imbaunya.
Seperti diketahui, peristiwa berdarah terjadi di Desa Tampojung Pregi, Waru Pamekasan, dan mengakibatkan warga inisial F meninggal dunia diujung celurit.
Sementara terdapat tiga tersangka sudah diamankan dan mendekam di balik jeruji besi Polres Pamekasan, ketiganya masing-masing insial DR dan JH, serta inisial JK. [pin/ted]






