Jombang (beritajatim.com) – Tim Pelaksana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air lrigasi (P3-TGAI) di 26 lokasi di Kabupaten Jombang.
“Monitoring tersebut dilakukan selama sepekan. Ini merupakan kegiatan monitoring dan evaluasi pada tahap pembangunan saluran irigasi tersier yang dilaksanakan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) penerima P3-TGAI di Kabupaten Jombang. Hasilnya, sudah sesuai sasaran,” ujar Tim Pelaksana BBWS Brantas, Layyin Yeprila Ningrum, Senin (12/6/2023).
Layyin menjelaskan, tujuan monev adalah untuk memastikan supaya pembangunan saluran irigasi tersier dari program P3-TGAI bisa berjalan dengan baik. Tepat mutu dan tepat sasaran. P3-TGAI, lanjutnya, merupakan program padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan dana APBN untuk mendukung salah satu agenda prioritas pembangunan yang tertuang dalam RPJMN 2020-2025.
“Yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional. P3-TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor strategis ekonomi domestik. Hal itu sebagaimana termuat dalam program nawa cita ketujuh melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam rehabilitasi, pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi,” kata Layyin.
Menurut Layyin, pihaknya sudah melihat pembangunan saluran irigasi tersier di 26 lokasi di Jombang. Hasilnya bisa dikatakan cukup bagus dan tepat sasaran. Karena sudah sesuai spesifikasi teknis dan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Bahkan banyak lokasi yang panjang salurannya melebihi perencanaan.
Konsultan Manajeman Balai Brantas, Ahmad Faizzul Musaffa’ yang turut mendampingi TPB Brantas menambahkan bahwa pembangunan irigasi tersier di Kabupaten Jombang tentu sangat dibutuhkan oleh petani.
BACA JUGA:
Pemilik Tanah Hak Garap Laporkan Petugas BBWS Brantas Jatim, Satpol PP dan Kejari Sidoarjo
Semisal di wilayah Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng. Di kawasan tersebut ada beberapa areal pesawahan yang belum dibangun irigasi. “Di sini swadayanya cukup bagus karena ada penambahan pembangunan saluran irigasi tersier hampir 13 meter. Itu sudah kita ukur dari ujung patok. Tentu saja ini cukup bagus untuk Kabupaten Jombang, khususnya di Kecamatan Bareng,” paparnya.
Pembangunan saluran irigasi tersier ini, lanjut Ahmad, sangat penting dilakukan untuk mengairi lahan pesawahan milik warga seluas 25 hektar. Untuk itu, saat proses pengerjaan program, warga setempat khususnya para petani menyambut antusias. Yakni dengan cara swadaya melakukan gotong royong.

“Walhasil, respon dari masyarakat sangat antusias. Mereka senang dengan adanya bantuan ini. Karena memang sebelumnya air itu tidak bisa sampai ke lahan persawahan warga. Namun, sekarang airnya bisa lebih maksimal. Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kualitas tanaman,” ungkapnya.
Kepala Desa (Kades) beserta Ketua HIPPA Sumber Makmur Desa Kebondalem berharap dengan adanya bantuan pembangunan irigasi ini, masyarakat petani dapat terbantu meningkatkan hasil pertaniannya.
“Menjadi lebih maksimal dan berkelanjutan. Masih banyak wilayah persawahan di sini yang belum terbangun irigasi, maka dari itu itu kehadiran program pembangunan tata guna air irigasi sangat bermanfaat bagi keberlangsungan petani,” pungkas Ahmad. [suf]






