Jember (beritajatim.com) – Dinas Sosial Kabupaten Jember, Jawa Timur, merujuk dua orang lelaki dan perempuan lanjut usia (lansia) yang telantar ke Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi.
Mereka adalah Bu Sati (77), warga Desa Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe, dan Pak Tamin (68), warga Kecamatan Kencong. Dinasos memberikan bantuan kebutuhan dasar dan mendalami permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
“Bu Sati dalam kondisi ODGJ (Orang Dengan Ganguan Jiwa). Dia sudah pernah menerima bantuan dan masuk dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” kata Kepala Dinsos Jember Akhmad Helmi Luqman, Jumat (9/6/2023).
Selain itu, pemerintah desa setempat juga pernah membantu perbaikan rumah Sati hingga tiga kali. “Alhamdulillah, juga ada respons cepat dari pemerintah pusat. Kami bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan RS dr. Soebandi untuk bisa dirujuk, dan dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan secara maraton untuk menentukan diagnosisnya,” kata Helmi. Dinsos Jember juga akan mendampingi Sati hingga selesai proses pemberian bantuan.
Helmi menegaskan, bukan hanya Sati yang ditangani Dinsos. “Contoh: hari ini juga kami merujuk lansia ke RS dr.Soebandi atas nama Pak Tamin yang sakit dan ditelantarkan keluarga. Kami rujuk untuk diperiksa, kiriman dari Puskesmas Kecamatan Kencong,” katanya.
Menurut Helmi, ada banyak kasus penelantaran lansia yang sudah ditangani Dinsos Jember tanpa harus menunggu viral di media sosial. “Saya berterima kasih diberi masukan, paling tidak melakukan konfirmasi kepada kami. Kami akan segera datang ke lokasi. Tidak lebih dari 1 kali 24 jam. Hari Minggu pun kami siap datang,” katanya.
“Kami kemarin terlambat (menangani Sati), karena ada peringatan Hari Lanjut Usia yang harus kami hadiri. Setelah peringatan Hari Lansia itu kami langsung meluncur ke lokasi,” kata Helmi. [wir]






