Situbondo (beritajatim.com) – Tim SAR gabungan dari Polairud Polres Situbondo, BPBD, KPLP KSOP Panarukan, dan Basarnas Pos Jember mengevakuasi tiga anak buah kapal (ABK) Kapal Layar Motor (KLM) Tunas Abadi. Mereka terombang-ambing di tengah laut sekitar 10 mil utara Pelabuhan Kalbut, Situbondo akibat kapal yang ditumpanginya rusak dihantam ombak besar.
KLM Tunas Abadi mengalami lambung bocor setelah lepas jangkar sekitar 1,5 Jam dari Pelabuhan Panarukan. Salah seorang ABK kapal tersebut memberikan informasi mengenai kondisinya kepada salah seorang personel kepolisian.
“Sekitar pukul 16.00 WIB KLM Tunas Abadi berlayar dari Pelabuhan Panarukan Situbondo tujuan Pulau Kangean Sumenep Madura. Kemudian sekitar pukul 17.30 WIB, nakhoda KLM Tunas Abadi menghubungi Aipda Fasigai memberikan informasi menginfokan bahwal kapalnya mengalami kecelakaan,” kata Kapolres Situbondo AKP Sumrahadi Rakhmanto melalui Kasat Polairud AKP Moh. Hasanudin, Jumat (9/6/2023).
Baca Juga: Misterius, Anak di Situbondo Ditemukan di Mata Air Tengah Hutan Setelah 3 Hari Hilang
Usai menerima laporan itu, Tim SAR gabungan berangkat menuju lokasi kecelakaan kapal dengan menggunakan 2 kapal patroli milik Satpolairud dan KSOP Panarukan. Titik tersebut diketahui pada kordinat 7° 34′ 726” LS – 114° 5′ 684” Kabupaten Situbondo dengan radius pencarian sekira 2 mil.
“Sekitar pukul 21.30 WIB Tim SAR berhasil menemukan posisi korban dan langsung melaksanakan penyelamatan dengan menaikkan korban ke Kapal Patroli KPLP KSOP Panarukan, selanjutnya menuju Pelabuhan Kalbut untuk segera dilakukan evakuasi,” terangnya.
Data korban di antaranya, nakhoda atas nama Sunge (48) dan 2 orang ABK atas nama Burhan (38) dan Nur Liadi (30). Ketiganya adalah warga Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Pasca dievakuasi ke Pelabuhan Kalbut, korban selanjutnya ditangani oleh tim medis.
“Menurut keterangan 3 awak KLM Tunas Abadi yang dievakuasi menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan laut karena dihantam ombak sehingga lambung kapal mengalami kebocoran. Untuk kerugian ditaksir 700 juta rupiah,” pungkasnya. (rin/ted)






