Madiun (beritajatim.com) – Hasil survei menunjukkan dukungan besar terhadap perluasan jalur Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) ke Stasiun Caruban. Dari total 2.600 responden mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Caruban, sebanyak 95 persen menyatakan dukungan penuh terhadap pengoperasian KA BIAS di wilayah mereka.
Angka ini mencerminkan tingginya harapan masyarakat terhadap layanan transportasi cepat dan terintegrasi yang menghubungkan pusat Kabupaten Madiun dengan Bandara Adi Soemarmo di Surakarta. Selain mahasiswa, target pengguna KA BIAS juga meliputi pekerja industri di Pilangkenceng dan Balerejo, serta pelaku bisnis yang sering bepergian ke Jakarta.
Menyikapi tingginya animo tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun bersama PT KAI terus mempercepat persiapan infrastruktur. Direktur Operasional PT KAI, Awan Hermawan Purwadinata, bersama Kepala PT KAI DAOP 7 Madiun, Suharjono, baru-baru ini meninjau langsung kondisi Stasiun Caruban. Tinjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur rel, fasilitas stasiun, sistem persinyalan, serta sarana pendukung lainnya.
“Potensi demand dan kesiapan jalur kami perhatikan secara serius agar layanan bisa berjalan optimal saat resmi beroperasi,” terang Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Ali Chakim, pada Kamis (10/7/2025).
Salah satu manfaat signifikan dari pengoperasian KA BIAS hingga Caruban adalah efisiensi waktu. Jika sebelumnya perjalanan Caruban–Stasiun Madiun memakan waktu sekitar 45 menit, dengan kereta ini diperkirakan hanya membutuhkan waktu 16 menit. Selain itu, hadirnya layanan ini juga berpotensi menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan jalan raya di Kabupaten Madiun.
Tingginya tingkat dukungan masyarakat ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah daerah dan PT KAI untuk mewujudkan layanan KA BIAS sebagai solusi mobilitas modern yang lebih cepat, aman, dan nyaman. [fiq/beq]






