Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung organisasi masyarakat (ormas) di daerah.
Pada tahun 2024 ini, sebanyak sembilan ormas telah menerima hibah dengan total anggaran mencapai Rp1,26 miliar.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pasuruan, Eddy Supriyanto, menjelaskan bahwa dana hibah ini diberikan untuk mendukung berbagai kegiatan ormas dan mendorong partisipasi aktif mereka dalam pembangunan daerah.
Dari sembilan ormas penerima hibah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan mendapatkan alokasi dana terbesar, yakni sebesar Rp500 juta. Besaran dana ini menunjukkan peran penting MUI dalam menjaga kerukunan umat beragama di Pasuruan.
“Hibah ini diharapkan dapat mendorong MUI dan ormas lainnya untuk semakin meningkatkan program dan kegiatannya,” ujar Eddy.
Selain MUI, sejumlah ormas lain juga turut menerima hibah, di antaranya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pemuda Pelajar (FPK), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gabungan Anak Bangsa (GAB), Penyiar Sholawat Wahidiyah, LPKPK, Muslimah Ahlullah Indonesia, dan Forum Ukhuwah Pengembangan Taman Pendidikan Alquran (TPQ).
Pemberian hibah kepada ormas merupakan program rutin yang dilakukan pemerintah. Eddy menegaskan bahwa pencairan dana hibah dilakukan setelah melalui proses verifikasi yang ketat untuk memastikan penggunaannya sesuai dengan peruntukan.
“Banyak tahapan yang perlu dilalui sebelum dana hibah disalurkan kepada ormas. Hal ini guna memastikan penggunaanya sesuai dengan peruntukan yang baik dan benar,” imbuh Eddy.
Rincian besaran hibah yang diterima masing-masing ormas adalah sebagai berikut: MUI Rp500 juta, FKUB Rp300 juta, FPK Rp250 juta, KNPI Rp100 juta, GAB Rp30 juta, Penyiar Sholawat Wahidiyah Rp20 juta, LPKPK Rp20 juta, Muslimah Ahlullah Indonesia Rp20 juta, dan Forum Ukhuwah Pengembangan TPQ Rp20 juta. (ada/ted)






