Pasuruan (beritajatim.com) – Sebanyak 69 ekor sapi di Kabupaten Pasuruan terjangkit penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Dari jumlah tersebut, seekor sapi dinyatakan mati akibat penyakit kulit tersebut.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Nur Alfiyah membenarkan LSD telah menyebar di wilayah kerjanya.
“Iya, benar, per tanggal 23 Mei kemarin kami telah mendata dan menemukan beberapa hewan terkena penyakit. Total ada 69 ekor ternak yang terkena penyakit,” kata Fia, sapaan akrabnya, Senin (29/5/2023).
Baca Juga:
Ratusan Sapi di Kota Blitar Jalani Vaksinasi LSD
Dari data yang diperoleh, jumlah hewan ternak terkena penyakit LSD terbanyak ada di Kecamatan Gempol. Di Kecamatan Gempol tercatat ada 20 kasus hewan ternak yang terinfeksi penyakit LSD.
Lalu disusul dengan Kecamatan Sukorejo dengan total 17 kasus yang terdampak LSD. Kemudian 10 kasus di Kecamatan Beji dan 4 kasus di Kecamatan Bangil, dengan satu di antaranya meninggal dunia.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Paguyuban Peternak, Habibi mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kasus yang menimpa peternak khususnya di Kabupaten Pasuruan. Dia berharap pemerintah daerah serius dalam mengatasi permasalahan ini.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Peternakan dengan masuknya penyakit LSD ini. Nantinya jika terdapat ternak yang terjangkit penyakit LSD ini agar segera melaporkan ke pihak keswan (kesehatan hewan),” ucap Habibi. [ada/beq]






