Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan kepada masyarakat bahwa virus influenza A (H3N2) subclade K tidak berbahaya dan tidak mematikan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Warga Jatim yang baik, perkembangan virus influenza A (H3N2) secara global menunjukkan tren peningkatan. Bahkan saat ini ditemukan varian baru subclade K di sejumlah negara Asia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan pemeriksaan dari 88 sentinel ILI SARI di seluruh Indonesia yang diperiksa di laboratorium kesehatan masyarakat serta laboratorium rujukan berstandar biosafety level 3 (BSL-3), hingga akhir Desember tercatat total 62 kasus di delapan provinsi, termasuk Jatim,” kata Khofifah pada akun IG pribadinya khofifah.ip, Rabu (7/1/2026).
Meskipun terkendali, ia menjelaskan, pengamatan (surveilans) virus tersebut terus dilakukan. Salah satunya adalah melalui site sentinel Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Dinoyo Kota Malang dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang.
Hasil tersebut secara rutin dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya, yang kemudian diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (Biokes) Jakarta untuk pemeriksaan Whole Genome Seguencing.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan. Terkait penemuan tersebut, Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemantauan rutin surveilans ILI-SARI, koordinasi intensif dengan Kemenkes RI dan BBLKM Surabaya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga secara rutin memantau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mingguan serta pelaporan hasil pemeriksaan spesimen melalui aplikasi NAR sebagai bagian dari upaya deteksi dini berbasis data.
“Mari bersama tetap waspada. Pemerintah telah melakukan berbagai ikhtiar. Semoga sehat semua,” pungkasnya. [tok/aje]






