Madiun (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat hingga tahun 2024 ini, masih terdapat 216 perlintasan sebidang di wilayah kerjanya. Dari jumlah tersebut, 60 perlintasan di antaranya belum memiliki penjaga. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
“Meskipun telah dilakukan penutupan sejumlah perlintasan, namun kecelakaan di perlintasan sebidang masih sering terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di perlintasan masih perlu ditingkatkan,” ujar Kepala Daerah Operasi 7 Madiun, Suharjono.
Suharjono mengatakan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang. Sosialisasi secara intensif dilakukan untuk menekan angka kecelakaan yang kerap terjadi di titik-titik perlintasan kereta api.
Catatan KAI menunjukkan adanya tren penurunan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang dari tahun ke tahun. Namun demikian, angka kecelakaan yang masih cukup tinggi menjadi perhatian serius.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan waspada saat melintas di perlintasan sebidang. Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan utamakan keselamatan,” tegas Suharjono.
Suharjono juga menekankan pentingnya peran rambu perlintasan sebagai alat utama keselamatan. Keberadaan palang pintu dan penjaga pintu hanyalah sebagai alat bantu.
“Sebelum melintas, pengguna jalan wajib berhenti, tengok kanan-kiri, dan pastikan aman sebelum melanjutkan perjalanan. Jangan sekali-kali memaksakan diri untuk melintas jika kereta api sudah terlihat,” jelasnya.
Sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, KAI juga menggelar sosialisasi serentak di seluruh wilayah operasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api serta tata cara yang benar saat melintas.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang dapat meningkat dan angka kecelakaan dapat terus ditekan,” pungkas Suharjono. [fiq/suf]






