Surabaya (beritajatim.com) – Bagi pencinta olahraga ekstrim, pulau Jawa menawarkan beberapa spot yang wajib untuk dicoba.
Jawa memiliki tempat yang tak ada habisnya bagi yang ingin menikmati udara segar sekaligus menantang adrenalin.
Beberapa spot yang akan kita bahas ini, ramah bagi semua orang yang menyukai olahraga ekstrim. Baik yang masih pemula maupun yang sudah di tingkat profesional.
1. Panjat Tebing di Gunung Parang, Purwakarta
Gunung Parang terbentuk dari batu andesit yang menjulang tinggi. Tepatnya berada di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru.
Tebing Gunung Parang disebut tertinggi di Indonesia dan tertinggi kedua di Asia!Dengan ketinggian 963 mdpl, ada tiga spot panjat tebing yang bisa dicoba.
Untuk pemula, cobalah mendaki melalui jalur ferrata karena lebih mudah dengan tangga besi. Kamu bisa menempuh hingga ketinggian 250, 300, dan 900 meter di atas permukaan laut.
2. Menyebrang di atas deburan ombak di Pantai Timang, Yogyakarta
Pantai di Jalan Pantai Selatan Jawa, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta menawarkan wisata yang cukup ekstrim dan hanya boleh dicoba oleh mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan.
Ada dua spot penguji adrenalin; kereta gantung atau gondola dan jembatan gantung Pantai Timang. Meskipun diklaim aman, namun deburan ombak laut dan batu karang yang besar juga harus menjadi pertimbangan.
Meskipun sudah dilengkapi safety standard. Jembatan gantung tersebut terlihat sangat kecil dan mudah bergoyang saat seseorang berdiri di atasnya.
3. Trekking di Gua Jomblang, Yogyakarta
Masih di Yogyakarta terdapat Gua Jomblang, yang dikenal sebagai gua cahaya surgawi. Jika sudah mencapai spot dalam goa, terdapat lubang cukup besar yang menampiaskan cahaya matahari yang sangat indah bak cahaya surga.
Gua ini tepatnya terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, dan memiliki kedalaman hingga 60 meter.
Sebelum mencapai goa, kita diharuskan menuruni jurang menggunakan perlengkapan keamanan standard. Akan ada pemandu yang membantu pengunjung turun dan naik menggunakan peralatan keselamatan atau teknik tali tunggal.
Sepanjang perjalanan menuju spot cahaya surga, keadaannya sangat berlumpur dan gelap. Hanya ada penerangan yang minim di sepanjang jalan.
Sangat disarankan untuk tiba di lokasi pada pukul 6 pagi untuk memesan tempat, karena kuota hanya diperbolehkan 25 pengunjung per hari.
4. Paralayang di Puncak, Bogor
Sensasi mengapung dengan parasut di udara melintasi perbukitan yang hijau bisa kamu dapatkan di sini. Paralayang merupakan hobi yang membutuhkan keberanian karena harus berani terbang dengan menggunakan parasut di ketinggian kurang lebih 1.200 meter.
Kawasan Puncak Bogor terkenal dengan paralayangnya. Kamu bisa merasakan sejuknya angin dan terbang bersama burung-burung melintasi pemandangan alam 350 derajat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”olahraga”]
5. Body rafting di Green Canyon, Jawa Barat
Green Canyon terdapat di Pangandaran, Jawa Barat. Siapa sangka di balik suasananya yang hijau dan tenteram, olahraga ekstrim yang unik dan menantang bisa dilakukan di sini?
Berbeda dengan arung jeram biasa, kamu bisa mencoba arung jeram tanpa perahu di Green Canyon. Olahraga ini disebut body rafting; jenis rafting yang mengandalkan pelampung dan kerjasama satu sama lain.
Menyeberangi Sungai Cijulang sambil body rafting menuju Green Canyon harus siap-siap melawan derasnya arus dan derasnya sungai. Kamu juga bisa memilih untuk melompat dari tebing tinggi Green Canyon dan terjun bebas ke sungai.
6. Canyoning dan Cliff Jumping di Air Terjun Aul, Purbalingga
Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah merupakan daerah dengan 1.000 air terjun. Salah satu yang menjadi favorit wisatawan adalah Air Terjun Aul atau Curug Aul yang terletak di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.
Jika beruntung, kamu akan disambut oleh pertunjukan musik adat kotekan lesung oleh para ibu-ibu, sesaat sebelum memasuki kawasan air terjun, dekat pemukiman warga, sebagai upaya melestarikan tradisi.
Selain keindahan air terjun dua tingkat, tempat ini juga menjadi menjadi surga bagi para pelompat tebing. Air terjun kedua cukup tinggi untuk melompat ke kolam sedalam tiga meter.
Di bagian hilir, aliran air dari air terjun ini melewati bebatuan yang asyik untuk ditapaki. Dikenal dengan canyoning alias penyeberangan sungai. Perlengkapan canyoning, seperti helm, bodypack, dan tali sudah disediakan. Pengunjung dapat memilih level canyoning yang mereka inginkan. (Kai/ian)






