Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Pada Kamis (21/8/2025) kemarin, Bupati Blitar, Rijanto secara langsung menyerahkan bantuan dan meninjau RTLH di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.
Bupati Rijanto mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 ini, progres fisik program RTLH telah mencapai 186 unit dan akan ditambah 100 unit lagi dalam APBD Perubahan. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk bergotong-royong dan menumbuhkan empati, demi mewujudkan Kabupaten Blitar yang berdaya dan berjaya.
“Sesuai dengan cita-cita kita bersama, Kabupaten Blitar harus bebas dari kemiskinan. Semua harus sejahtera menempati rumah yang layak, sehat, dan nyaman,” Rijanto usai penyerahan bantuan.
Namun pembangunan 186 unit rumah tak layak huni tersebut masih belum menyelesaikan permasalahan yang ada. Pasalnya per tahun 2025 ini, jumlah rumah tak layak huni di Kabupaten Blitar mencapai 6.000 unit.
Tentu dengan kondisi tersebut masih banyak rumah tak layak huni yang perlu mendapatkan sentuhan dari Pemkab Blitar. Namun pembangunan atau renovasinya tentu tak bisa dilakukan secara langsung.
Bupati Rijanto menekankan bahwa program RTLH adalah bukti nyata kehadiran negara untuk mengurangi kesenjangan sosial. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung renovasi rumah bagi masyarakat prasejahtera.
“Ini bukti nyata bahwa negara hadir untuk mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat,” kata Rijanto.
Diketahui untuk program pembangunan 186 unit rumah tak layak huni ini, Pemkab Blitar mengucurkan dana sebesar Rp3,7 miliar. Dimana setiap unit rumah mendapatkan bantuan dana sebesar Rp20 juta. [owi/beq]






