Ringkasan Berita:
- Sebanyak 6.000 buruh Jawa Timur turun ke Surabaya dalam aksi May Day 2026.
- Massa bergerak dari Masjid Agung Surabaya menuju Kantor Gubernur Jawa Timur dengan pengawalan ketat.
- Buruh membawa 21 tuntutan strategis nasional dan lokal, termasuk penghapusan outsourcing serta perlindungan PHK.
- Aksi berpotensi memicu kemacetan di sejumlah jalur utama Kota Surabaya.
Surabaya (beritajatim.com) – Gelombang besar massa buruh Jawa Timur mulai bergerak menuju pusat Kota Surabaya dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5/2026). Sekitar pukul 13.00 WIB, ribuan pekerja yang tergabung dalam Gerakan Serikat Pekerja (GESPER) Jawa Timur melakukan long march dari kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya menuju halaman Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan.
Iring-iringan aksi terdiri dari puluhan bus, mobil komando, dan ribuan sepeda motor dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Mobilisasi besar ini menjadikan pusat Kota Surabaya sebagai titik konsolidasi perjuangan buruh terbesar di Jawa Timur tahun ini.
Wakil Sekretaris DPW FSPMI Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, menegaskan aksi May Day tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk konsolidasi kekuatan buruh untuk menuntut keadilan sosial, perlindungan hukum, dan kesejahteraan pekerja.
“Aksi May Day 2026 ini merupakan bentuk konsolidasi kekuatan buruh Jawa Timur untuk memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, serta kepastian hukum bagi seluruh pekerja,” ujar Nuruddin.
Dalam aksi tersebut, massa membawa 21 tuntutan strategis yang terbagi dalam agenda nasional dan lokal Jawa Timur.
Tuntutan nasional utama meliputi:
- Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru
- Penghapusan outsourcing dan upah murah
- Perlindungan pekerja dari PHK massal akibat konflik global
- Reformasi perpajakan buruh
- Ratifikasi Konvensi ILO 190
- Perlindungan pekerja digital platform
- Penurunan potongan tarif ojek online
Tuntutan lokal Jawa Timur meliputi:
- Pengawasan ketat outsourcing
- Penegakan UMK dan UMSK
- Pembentukan Satgas Pencegahan PHK
- Rumah murah bagi buruh
- Perda Sistem Jaminan Pesangon
- Peningkatan akses pendidikan anak buruh
- Kajian pembebasan pajak kendaraan roda dua dan PBB bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Besarnya skala aksi menyebabkan sejumlah ruas utama Surabaya mengalami rekayasa lalu lintas, terutama di kawasan Masjid Al-Akbar, Jalan Raya Darmo, Bundaran Waru, Jalan Bubutan, hingga Jalan Pahlawan. Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas sepanjang siang hingga sore hari.
May Day 2026 di Surabaya menegaskan bahwa buruh Jawa Timur tidak hanya memperingati hari perjuangan pekerja, tetapi juga memperkuat tekanan politik dan sosial kepada pemerintah daerah maupun pusat agar menghadirkan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil di tengah ancaman ekonomi global, otomatisasi, dan perubahan industri. [rma/beq]






