Madiun (beritajatim.com) – 542 orang di Madiun meninggal akibat HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) dalam 20 tahun terakhir, . Sementara total penderita penyakit ini mencapai 1.133 kasus, berdasarkan data KPAD (Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah) Kabupaten Madiun.
Sebagian besar penderita berusia 25 tahun ke atas atau usia produktif. Diduga, kasus tersebut imbas maraknya pergaulan bebas.
Pengelola Program dan Keuangan KPAD Kabupaten Madiun, Lenny Dwi Ambarsari menyebut, seluruh kasus yang tercatat sudah dilakukan pendampingan. Saat ini, untuk AIDS ada 115 dampingan namun kebanyakan masih tahap HIV.
Perkembangan kasus yang kini muncul yakni di Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, Gemarang, Mejayan, dan Jiwan. Meski kasus di Jiwan mulai berkurang bahkan hampir tidak ada, angka penderitanya masih tinggi lantaran adanya lokalisasi.
“Sepanjang tahun 2022, ada 152 kasus. Untuk bulan Januari 2023 ini sudah ada 18 kasus yang terdeteksi. Diperkirakan jumlah masih bisa bertambah banyak,” ujar Lenny, usai acara sosialisasi di Kecamatan Jiwan, Kamis (26/1/2023).
Estimasi nasional, untuk Kabupaten Madiun di 2019 ada 1.521 kasus secara akumulatif. Sedangkan pihaknya baru mendampingi 1.133 kasus sehingga masih ada yang belum mendapat pendampingan.
“Tidak menutup kemungkinan mereka yang sudah terpapar, dapat menularkannya kepada pasangan maupun keluarganya,” ucapnya.
KPAD Madiun terus melakukan tracing dan berkeliling ke komunitas komunitas yang rentan terkena HIV/AIDS, guna dilakukan penanganan. Pihaknya pun rutin sosialisasi di eks lokalisasi Sarmi, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, setelah azan maghrib.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Madiun”]
Hal ini karena masih ada pekerja seks komersial (PSK) yang mangkal di tempat tersebut.
“Dari situ kami lihat apakah sudah ada infeksi penularan atau infeksi oportunistik TB. Kalau hasilnya terlihat, maka otomatis infeksi HIV akan dicek. Kami terus berusaha menekan angka kematian dan menemukan kasus pada saat mencapai stadium awal,” imbuhnya.
Lenny memaparkan, faktor yang menjadi penyebaran virus bagi usia produktif antara lain pergaulan bebas, hingga menjadi tertular dari luar kota
“Di Kabupaten Madiun mulai bermunculan hubungan laki-laki sesama jenis, di wilayah Mejayan, Pintu Masuk Exit Tol Madiun, Alun Alun Mejayan. Komunitas mereka banyak nongkrong di situ,” pungkasnya. [fiq/beq]






