Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 54 desa di wilayah Kabupaten Gresik berpotensi mengalami krisis air bersih. Sebagai tindak lanjutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan upaya mitigasi serta menyiapkan ribuan tanki air bersih.
Berdasarkan laporan BPBD Gresik, sejak bulan Juli 2021 sudah memasuki musim kemarau. Dari 54 desa yang tersebar di 11 kecamatan. Sejauh ini belum melaporkan adanya krisis air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik Mimy Ernawati menuturkan, terkait persiapan ini pihaknya telah menyiapkan 1.189 tangki air bersih. Namun, hingga kini belum ada desa yang mengirimkan surat permintaan suplai air bersih.
[berita-terkait number=”5″ tag=”air-bersih”]
“Musim kemarau sudah datang. Tapi belum ada desa yang mengajukan permintaan air bersih. Kemungkinan di waduknya masih ada sumber air,” tuturnya, Senin (16/08/2021).
Hasil mitigasi BPBD Gresik, wilayah yang masuk rawan kekeringan. Diantaranya, Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, hingga Kecamatan Panceng. “Ada di 11 kecamatan yang akan mengalami krisis air bersih dampak dari kekeringan. Memang selama ini kecamatan tersebut tingkat kekeringan cukup parah,” pungkas Mimmy Ernawati.
Selain menyediakan tanki air bersih kata dia, pihaknya juga menyiapkan dropping air bersih yang siap dikirim ke desa yang mengalami krisis air. “Dropping air bersih biasanya juga menggandeng beberapa perusahaan melalui program CSR,” tandasnya. [dny/kun]






