Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 54.574 warga Magetan yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dapat bantuan beras 10 kilogram selama 3 bulan mendatang.
Bantuan pangan ini berasal dari beras yang merupakan cadangan pangan Pemkab Magetan. Tingginya harga beras menjelang lebaran membuat Pemkab Magetan memutuskan mengeluarkan cadangan beras bagi masyarakat kurang mampu untuk menekan inflasi.
“Jadi, untuk cadangan beras ini untuk 54.574 warga yang masuk dalam DTKS. Masing-masing menerima 10 kilogram. Dan akan diterimakan selama 3 bulan. Jadi total yang dikeluarkan untuk bantuan ini mencapai 1.637 ton,” kata Bupati Suprawoto usai menyerahkan bantuan secara simbolis pada warga Kelurahan Kebonagung, Kecamatan/Kabupaten Magetan di kantor kelurahan setempat, Kamis (6/4/2023).
BACA JUGA:
700 KK di Kawedanan Magetan Minta Bantuan Air Bersih
Kang Woto menyebut bahwa penyerahan bantuan ini untuk menekan inflasi. Pun, masyarakat agar terbebani tingginya harga bahan pokok. “Menjelang lebaran 2023, ini kan pasti banyak yang naik. Biasa hukum ekonomi, supply demand kan tinggi jadi, banyak harga naik. Ini juga untuk pengendalian inflasi,” kata Kang Woto, sapaan akrab Bupati Suprawoto.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Magetan Parminto Budi Utomo mengatakan jika pemberian bantuan ini berbeda sumber dengan BPNT maupun PKH. Pun, tak ada aturan khusus yang melarang adanya bantuan dobel dari sumber lain untuk warga yang masuk dalam DTKS.
BACA JUGA:
2022 Berakhir Dalam 2,5 Bulan, Anggaran Bansos Pemkab Magetan Justru Naik Rp14 M
“Karena ini berbeda dengan yang sudah ada ya. Dan ini program hanya untuk 3 bulan saja. Berbeda dengan PKH ataupun BPNT. Dan program ini salah satunya untuk pengendalian inflasi,” kata Parminto.
Terpisah, Kepala Bulog Kantor Cabang Ponorogo Aan Sugiarto mengatakan jika cadangan pangan beras Pemkab saat ini mencapai 4.300 ton. Pun, dengan cadangan itu masih cukup untuk dua bulan. “Namun, karena ini masih musim panen khususnya di wilayah Ponorogo, serapan per hari mencapai 300 ton per hari. Jadi, untuk lebaran nanti bisa maksimal 10.000 ton cadangannya,” pungkasnya. [fiq/suf]






