Banyuwangi (beritajatim.com) – Sekitar 5o kapal milik nelayan Banyuwangi rusak dan tenggelam. Itu menyusul cuaca ekstrem berupa angin kencang, hujan deras dan gelombang tinggi di Pantai Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Sebanyak 50-an kapal nelayan itu diparkir di sekitar pantai.
Hingga saat ini, nelayan setempat masih mendata jumlah kapal yang terdampak itu. Rata-rata kapal tersebut merupakan kapal nelayan pencari baby lobster.
“Itu kejadiannya Sabtu, (8/7/20203) kemarin memang cuacanya ekstrem, terjadi hujan dan gelombang tinggi. Itu kapal-kapal yang di depan dibuat bagan mencari baby lobster,” ungkap Budi salah satu warga, Minggu (9/7/2023).
BACA JUGA:
Asyiknya Panen Kepiting Bakau di Banyuwangi
Menurut Budi, akibat cuaca buruk itu sejumlah tali kapal tersebut banyak yang putus. Bahkan ada beberapa kapal yang terdampar ke pantai. “Ada sekitar 35 sampai 50 an kapal yang tenggelam kemarin,” katanya.
Belum diketahui pasti berapa jumlah kerugian nelayan akibat kejadian ini. Namun, ditaksir kerugian bisa mencapai ratusan juta rupiah. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tutupnya.
Sementara itu, dari video warga yang beredar menggambarkan kejadian cuaca ekstrem itu. Dalam video orang yang diduga merekam menyebutkan tanggal kejadian dan jumlah korban kapal yang tenggelam. “Hari Sabtu tanggal 8 Juli 2023 terjadi bencana masal, Lampon, kurang lebihnya 50 an kapal tenggelam, karena cuaca ekstrem,” ucap suara dalam rekaman video itu.
BACA JUGA:
Festival Nelayan Tangguh, Bangun Ekonomi Banyuwangi dari Sektor Perikanan
Sejak Jumat (7/7/2023) kemarin, cuaca sebagian besar di Kabupaten Banyuwangi memang kurang bersahabat. Terjadi hujan deras, angin kencang hingga Sabtu (8/7/2023). Bahkan, akibat cuaca buruk itu sebagian wilayah terjadi tanah longsor, banjir dan gelombang tinggi. [rin/suf]
![50 Kapal Nelayan di Banyuwangi Tenggelam Nelayan pencari ikan sedang beraktivitas di Pantai Pulau Santen, Banyuwangi. [Foto/Ilustrasi/Rindi]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/07/perahun-nelayan.webp)





