Surabaya (beritajatim.com) – Umumnya setiap orang ingin menikah dan memiliki keturunan. Hal ini bahkan seolah menjadi budaya yang wajar atau bahkan harus diusahakan. Padahal, tidak semua orang berpikiran demikian. Pula tidak semua pasangan suami istri bisa memiliki keturunan. Hal ini lantaran salah satu atau keduanya alami kemandulan atau infertilitas.
Mandul merupakan kondisi di mana suami dan istri tidak bisa memiliki anak karena alami ketidaksuburan. Meski sudah rutin berhubungan seksual, tetapi tetap tidak terjadi pembuahan. Dalam banyak kasus hal ini banyak dialami oleh pihak wanita. Tak ayal jika mereka perlu lebih berhati-hati. Adapun beberapa tanda wanita alami kemandulan atau infertilitas, di antaranya;
Rambut rontok
Hal sepele yang mungkin tidak banyak orang mengira, bahwa rambut rontok yang terjadi sejak usia remaja bisa jadi tanda wanita alami kemandulan. Hal ini tidak lepas dari kerja kelenjar tiroid yang tidak normal, penyakit autoimun, anemia, hingga hormon endrogen yang tinggi. Sehingga jangan lagi menyepelekan kondisi rambut yang rontok.
Pendarahan berat saat datang bulan
Pendarahan yang berat saat datang bulan mungkin saja dialami para wanita. Hal ini karena faktor kelelahan, tingkat stres yang parah dan ovarium yang tidak menghasilkan sel telur. Jika kondisi ini terjadi terlebih dalam waktu cukup lama, maka dapat meningkatkan risiko kemandulan pada wanita. Tak ayal, mengelola stres yang baik sangat diperlukan.
Badan terlalu kurus
Umumnya wanita ingin memiliki berat badan yang ideal. Bahkan tak jarang dari mereka yang memilih untuk melakukan diet dengan cara ekstrim. Alih-alih mendapatkan bentuk tubuh yang bagus, justru dalam beberapa kasus justru membuat seseorang jadi terlalu kurus. Cara ini justru dapat merusak hormon dan akhirnya berpeluang lebih besar alami kemandulan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wanita”]
Berat badan tiba-tiba naik
Tidak hanya berat badan yang terlalu kurus yang menjadi tanda seorang wanita alami ketidaksuburan. Namun, berat badan yang tiba-tiba naik juga bisa mempengaruhi hal tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh PCOS yang menjadikan kadar endrogen tinggi. Metabolisme yang buruk mempengaruhi kerja hormon, sehingga risiko mandul menjadi tinggi.
Tidak datang bulan atau datang bulan tidak teratur
Tidak datang bulan bukan hanya tanda seorang wanita alami menopause atau hamil. Bisa jadi justru sebaliknya, yakni alami kemandulan. Hal ini lantaran ada permasalahan hormon yang sangat serius dan kemungkinan ada penyakit di dalam organ reproduksi. Begitu pula dengan mereka yang alami datang bulan tidak teratur. (fyi/ian)






