Surabaya (beritajatim.com) – Orang yang produktif memiliki kebiasaan sehari-hari yang biasanya tidak dikerjakan mereka yang malas.
Namun, jangan berkecil hati. Bagi yang ingin merubah kegiatan sehari-hari menjadi lebih produktif. 5 kebiasaan ini sebenarnya mudah ditiru, asal konsisten menjalaninya.
Berikut pembahasan 5 hal yang menjadi kebiasaan orang produktif.
1. Melakukan beberapa rutinitas di pagi hari
Pola pikir produktivitas mempengaruhi Kebiasaan orang yang produktif. Hal ini bukanlah sesuatu yang dimiliki orang sejak lahir. Butuh latihan dan kesadaran diri sendiri agar bisa menerapkannya.
Kebiasaan pertama yang selalu dilakukan oleh orang produktif adalah melakukan rutinitas pagi.
Tidak harus yang rumit, rutinitas pagi bisa dimulai dengan sesuatu yang sederhana. Misalnya, sarapan, mengerjakan tugas, menonton berita, mandi, dan sebagainya.
Rutinitas pagi bisa dimulai setelah sholat subuh, pada pukul 05:00, 06:00, atau 07:00. Yang terpenting adalah memiliki ritual yang dilakukan setiap kali memulai hari.
[berita-terkait number=”2″ tag=”tips”]
2. Memprioritaskan tugas sehari-hari
Satu hal yang pasti dalam rutinitas sehari-hari orang yang produktif adalah memprioritaskan tugas hariannya.
Memprioritaskan tugas sehari-hari memberi gambaran tentang bagaimana menjalani waktu seharian. Ini juga dapat memicu otak untuk memikirkan cara melaksanakan tugas seefisien mungkin.
Orang yang produktif melakukan ini karena tidak suka membuang-buang waktu. Jadi jika ingin menjadi lebih produktif, cobalah untuk membuat daftar hal-hal yang ingin dicapai. Baik untuk jangka waktu sehari, seminggu maupun jangka panjang seperti setahun penuh.
3. Berkomitmen mengikuti ‘Jadwal Produktif’
Orang-orang yang produktif tidak mungkin bekerja terus menerus sepanjang waktu. Pada kenyataannya, mereka membuat jadwal kerja produktif dan berkomitmen melaksanakannya.
‘Jadwal Produktif’ adalah daftar perencanaan waktu yang terdiri dari kapan seseorang merasa paling produktif dan kapan waktunya bersantai atau melakukan hal-hal lain di luar kerja produktif.
Misalnya: seseorang bekerja sebagai penulis. Ia menyadari bahwa ia bisa mendapatkan lebih banyak ide dan energi di malam hari. Maka ‘Jadwal Produktif’-nya direncanakan untuk malam hari, dan mengatur sisa waktu lainnya untuk melakukan hal-hal lain.
[berita-terkait number=”2″ tag=”tips”]
4. Terus berproses, tidak masalah bila dilakukan sedikit demi sedikit
Satu hal yang harus dilakukan orang produktif adalah sabar melakukan proses, meskipun dilakukan sedikit demi sedikit.
Misalnya ketika orang produktif memutuskan untuk belajar gitar. Mereka tidak akan melakukannya hanya dalam waktu satu hari. Karena akan menyebabkan kontraproduktif.
Sebaliknya, mereka akan mengambil langkah-langkah kecil untuk mempelajari keterampilan baru ini. Mereka akan menyempatkan satu jam setiap hari untuk berlatih gitar.
Tidak masalah berapa banyak yang mereka pelajari selama jam itu. Pembelajaran akan dikunci selama jangka waktu tersebut, tidak lebih dan tidak kurang. Dengan ini sisa waktu selama sehari masih bisa digunakan untuk hal-hal lainnya.
5. Menghargai waktu istirahat
Sesibuk apapun aktivitas, orang yang produktif tetap memerlukan waktu untuk istirahat. Sama seperti manusia pada umumnya.
Bedanya, orang yang produktif memperlakukan waktu senggang sebagai hal yang sakral. Maksudnya, ketika mereka beristirahat, mereka benar-benar beristirahat.
[berita-terkait number=”2″ tag=”tips”]
Istirahat di sini tidak hanya berarti tidur. Istirahat bagi orang produktif bisa menjadi hal yang berbeda. Bisa berupa meditasi, menonton acara TV favorit, mengobrol bersama teman di media sosial, atau hanya sekadar membuat saraf menjadi rileks.
Istirahat berbeda dengan rekreasi. Istirahat berhubungan dengan menenangkan diri sendiri, sedangkan rekreasi terhubung dengan memberi energi atau semangat pada diri sendiri.
Demikianlah kebiasaan orang yang produktif. Kebiasaan-kebiasaan yang sudah dibahas atas sebenarnya mudah ditiru dan dipraktekkan secara langsung.
Ini karena kebiasaan tersebut berhubungan dengan kinerja otak setiap hari dalam memilih dan memilah aktivitas apa yang harus dikerjakan. Sedangkan kunci suksesnya adalah melakukan aktivitas tersebut secara konsisten hingga menjadi sebuah kebiasaan baru. (kai/ian)






