Manchester (beritajatim.com) – Pep Guardiola memang baru akan pensiun pada 2027. Tapi, Manchester City tak ingin terlambat menyusun rencana suksesi. Beberapa nama mulai dikaitkan sebagai calon penerus sang jenius taktik.
Rival sekota Manchester United itu diyakini tidak akan berjudi dengan pelatih yang benar-benar “baru”. Ya, sangat mungkin suksesor yang akan dipilih nantinya memiliki DNA strategi yang serupa atau mirip dengan Guardiola.
Klasifikasi tersebut mengerucutkan ke beberapa nama yang pernah atau sekarang masih menjadi asisten Guardiola di City. Ada juga beberapa mantan pemainnya yang pernah dilatih Guardiola di FC Barcelona.
Yang pasti, suksesor Guardiola nantinya juga diproyeksikan untuk jangka panjang. “Mungkin saja aku akan berhenti melatih dalam 15 tahun ke depan (setelah 2027, Red). Tidak ada yang tahu,” ujar Guardiola dilansir GQ.
Beritajatim.com telah menyusun beberapa nama calon suksesor Guardiola di masa depan. Lengkap beserta plus-minus yang akan jadi pertimbangan City. Siapa saja mereka?
Mikel Arteta (tactician Arsenal)

Pernah menjabat asisten Guardiola di City selama 1.267 hari. Dimulai sejak awal 2016–2017 alias debut Guardiola hingga 20 Desember 2019 sebelum hengkang ke Arsenal.
– Plus: jam terbang tinggi di Premier League bersama The Gunners. Arteta juga sangat memahami taktik Guardiola. Terbukti beberapa kali mengalahkan Guardiola ketika Arsenal bertemu City (4 kemenangan dari 14 pertemuan). Kontraknya bersama The Gunners juga habis pada musim panas 2027.
– Minus: belum teruji memenangi trofi. Sejauh ini dia hanya juara Piala FA 2019–2020. Di tiga musim terakhir juga selalu jadi runner-up Premier League
Enzo Maresca (tactician Chelsea)

Semusim jadi asisten Guardiola di City pada 2022–2023. Hanya semusim, Maresca memutuskan melatih Leicester City dua musim lalu dan Chelsea musim lalu.
– Plus: Berpengalaman beri gelar instan. Juara Championship bersama Leicester. Maresca mempersembahkan double winners untuk Chelsea (Liga Conference dan Piala Dunia Antarklub)
– Minus: Kontraknya masih berlaku hingga 2029. Chelsea sangat mungkin tidak akan melepasnya apalagi jika Maresca memenangi gelar lainnya dalam dua tahun ke depan
Cesc Fabregas (allenatore Como 1907)

Mantan gelandang Guardiola ketika melatih FC Barcelona. Fabregas merasakan sentuhan tangan dingin Guardiola pada musim 2011–2012.
– Plus: selain mantan pemain FCB, Fabregas juga jebolan akademi La Masia. Seangkatan Lionel Messi. Paham luar-dalam strategi ala Guardiola.
– Minus: minim pengalaman melatih tim besar. Como 1907 merupakan tim profesional pertamanya ketika memutuskan melatih
Kolo Toure (asisten Manchester City)

Saat ini berstatus tangan kanan Pep Guardiola di City. Sangat mungkin bertahan hingga 2027 selama tidak ada tim lain yang menginginkannya jadi pelatih kepala
– Plus: memiliki pengetahuan paling mutakhir tentang gaya kepelatihan Guardiola bersama City. Itu akan memudahkan City ketika memutuskan Toure sebagai penerima tongkat estafet dari Guardiola
– Minus: pengalamannya melatih hanya selama dua bulan bersama Wigan Athletic (29 November 2022-26 Januari 2023)
Pepijn Lijnders (asisten Manchester City)

Sama seperti Kolo Toure, Lijnders adalah asisten Guardiola saat ini. Dia bisa jadi penerus ideal Guardiola untuk City
– Plus: punya pengalaman segudang. Lebih dari 3.000 hari sebagai asisten Jurgen Klopp di Liverpool FC. Lijnders punya peran krusial dalam kejayaan The Reds bersama Klopp
– Minus: tidak pernah lebih dari semuaim sebagai pelatih kepala. Pernah melatih NEC Nijmegen selama 4 bulan di musim 2017–2018 dan semusim melatih RB Salzburg musim lalu. (dio)






