Surabaya (beritajatim.com) – Masyarakat Jawa Timur tentu tidak asing dengan istilah ruwet. Ruwet merupakan kondisi di mana sesuatu menjadi tidak beraturan dan rumit. Sehingga cukup sulit serta butuh waktu yang mungkin cukup lama untuk membenahinya. Salah satu hal yang kerap dirasa ruwet ialah pikiran seseorang.
Di mana pikiran ruwet berarti seseorang sedang mengalami banyak pikiran yang rumit. Jika hal ini terus dibiarkan, maka seseorang bisa alami kelelahan mental maupun fisik, stres, hingga depresi.
Tak ayal jika mengalami kondisi seperti ini sebaiknya lakukan beberapa hal berikut agar pikiran kembali jernih dan tidak ruwet.
Keluar dari lingkungan toxic
Hal utama yang perlu kamu lakukan ialah unfollow. Jauhi orang-orang toxic yang hanya menguras energimu. Mereka yang tidak memberikan manfaat dan hanya membuat bebanmu semakin bertambah, merasakan kecewa, hingga mungkin terjerumus pada emosi yang negatif. Kamu hanya perlu mencari lingkungan baru yang bisa membuatmu lebih bahagia dan berkembang.
Meditasi
Jika sudah keluar dari lingkungan yang toxic, coba lakukan meditasi. Di mana untuk sementara kamu butuh menyendiri di tempat yang sunyi, tenang, dan nyaman. Nikmati dan syukuri setiap nikmat yang telah Tuhan beri. Tidak lupa pula mulai membuka pikiran yang jernih. Ingatkan diri bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
Tulis permasalahanmu
Mencurahkan isi hati ke dalam sebuah tulisan juga bisa mengatasi pikiran ruwet. Setidaknya apa yang selama ini mengganjal, dapat tersalurkan dengan hal positif. Selain jadi merasa lebih lega, kamu juga bisa memaknai sekaligus mengevaluasi diri terhadap permasalahan yang ada.
Disconnect
Jauhkan diri dari notifikasi chat, email, hingga sosial media. Karena hal-hal tersebut justru kerap menjadi pemicu pemikiran seseorang menjadi lebih ruwet. Hal ini tidak lepas dari banyaknya informasi yang terus bermunculan dalam pikiranmu. Maka mulailah disconnect dan gunakan waktu untuk melakukan aktivitas-aktivitas menyenangkan sekaligus bermanfaat.
Deep Talk
Sebagai makhluk sosial, tentu kita membutuhkan orang lain. Entah dalam bentuk bantuan secara fisik atau materi. Namun, tak sedikit juga yang membutuhkan orang lain untuk sekadar menjadi pendengar deep talk. Cara ini nyatanya memang sangat ampuh untuk mengeluarkan keresahan hati sekaligus meminimalisir emosi negatif. (fyi/nap)






